hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Asuransi Kredit Kepemilikan Properti

asuransi properti

Asuransi Kredit Kepemilikan Properti

Ketika mengajukan kredit kepimilikan rumah, kebanyakan orang hanya fokus pada rumah dan cicilannya saja. Padahal ada komponen biaya lain yang tidak kalah penting terkait nasabah yang mengajukan KPR yakni asuransi kepemilikan properti.

Seperti yang kita ketahui, KPR merupakan kredit dengan tenor yang panjang, Kredit ini harus dibayar lunas oleh nasabah sampai akhir. Tapi ada kalanya terjadi peristiwa yang tidak terprediksi dan tidak diinginkan seperti nasabah yang meninggal dunia sehingga tidak dapat melunasi sisa angsuran. Ini tentu akan menjadi situasi sulit bagi bank yang memberikan fasilitas KPR. Di sinilah pentingnya memiliki asuransi jiwa KPR.

Pengertian Asuransi Kredit Kepemilikan Properti

Secara umum, asuransi jiwa merupakan kontrak polis antara perusahaan penyedia layanan asuransi dengan tertanggung atau pemegang polis. Adanya kontrak ini menjadi jaminan bagi tertanggung jika dirinya meninggal dunia. Pembayaran manfaat nantinya akan diberikan kepada ahli waris dari tertanggung.

Tujuan utama asuransi jiwa adalah memberikan perlindungan keuangan bagi keluarga yang ditinggalkan saat tertanggung wafat. Tapi asuransi jiwa KPR secara khusus memberikan penawaran yang berbeda. Dalam hal ini perusahaan asuransi akan memberikan pembayaran manfaat dengan cara membantu ahli waris untuk melunasi sisa cicilan KPR saat tertanggung meninggal dunia.

Aturan tentang asuransi jiwa KPR tertuang dalam PermenKeu RI No. 124/PMK.010/2008 terkait Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship tentang asuransi pada proses kredit.

Dalam pasal 1 disebutkan bahwa asuransi kredit merupakan lini usaha asuransi umum yang memberi jaminan berupa pemenuhan kewajiban keuangan kepada penerima kredit jika orang yang bersangkutan tidak bisa memenuhi kewajibannya dalam perjanjian kredit.

Manfaat Asuransi Kredit Kepemilikan Properti

Secara umum, asuransi jiwa KPR memberikan manfaat bagi bank dan pemegang polis asuransi itu sendiri. Manfaatnya adalah:

  • Memberikan jaminan pada bank atas kredit yang diberikan. Adanya asuransi akan membuat bank tidak perlu mengkhawatirkan pelunasan sisa angsuran seandainya nasabah meninggal dunia
  • Meringankan beban keluarga nasabah. Seandainya individu yang tercatat sebagai nasabah KPR adalah kepala keluarga, ahli waris tidak akan diberatkan dengan sisa cicilan saat nasabah tersebut meninggal dunia.

Bagaimana Jika Tidak Memiliki Asuransi?

Jika dalam masa kredit KPR masih berjalan nasabah meninggal dunia, maka sisa angsuran yang ada akan menjadi tanggung jawab ahli waris sampai lunas. Apabila ada tunggakan atau kredit macet, maka ahli waris juga memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakan, bunga dan membayar sisa cicilannya.

Jika ahli waris tidak bisa melunasi, bank berhak melakukan penyitaan terhadap properti yang dikreditkan tersebut. Untuk mencegah hal semacam ini terjadi, bank umumnya menjadikan asuransi sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh kreditur yang ingin mengajukan KPR.

Ketika akad kredit KPR dilakukan, bank biasanya akan menyerahkan lembar berisi informasi polis asuransi yang perlu ditandatangani oleh nasabah. Tapi sebelum membubuhkan tanda tangan, ada baiknya kamu mempelajari dengan saksama isi polisnya karena mungkin manfaat yang didapatkan akan berbeda.

Berapa Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran KPR?

Seperti halnya asuransi jiwa biasa, asuransi jiwa untuk KPR juga memiliki premi yang perlu dibayar. Beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang biaya asuransi jiwa KPR adalah:

    • Jumlah premi. Jumlah premi yang harus dibayar tergantung pada usia nasabah. Semakin tua usia nasabah, semakin mahal preminya meski harga rumah yang dibeli sama. Ini karena semakin bertambah usia nasabah, semakin besar risiko tertanggung
    • Kredit joint income. Jika KPR yang diajukan berdasarkan joint income (gabungan penghasilan suami dan istri, maka kamu bisa memilih dua opsi: sisa angsuran akan dilunasi pihak asuransi saat salah satu dari pasangan meninggal dunia (first to die) atau pelunasan baru akan dilakukan ketika keduanya (kreditur dan pasangan) meninggal dunia (the last survivor).

Selain asuransi jiwa, bank biasanya juga menyediakan asuransi kebakaran. Besar preminya bisa bervariasi antara 1-5% dari total kredit rumah.

Kapan Asuransi Kredit Dibayarkan?

Pembayaran premi asuransi jiwa KPR hanya perlu dilakukan sekali yakni saat akad kredit berlangsung sehingga kamu tidak akan terbebani dengan biaya tambahan per bulannya.

Perlu diketahui bahwa informasi mengenai jenis asuransi, aturan klaim serta besaran premi ini hanya gambaran secara umum. Setiap bank mungkin memiliki aturan yang berbeda-beda dan harus kamu tanyakan lebih lanjut sebelum akad dilakukan.

Hal yang Penting Diperhatikan

Mendaftar asuransi jiwa untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah langkah penting dalam melindungi diri dan keluarga Hokkers dari risiko finansial yang tak terduga. Berikut adalah tujuh poin penting yang perlu diperhatikan saat mendaftar asuransi jiwa KPR:

  1. Kebutuhan Perlindungan: Maka pertimbangkan jumlah perlindungan yang Hokkers butuhkan. Jumlah asuransi sebaiknya mencakup sisa hutang KPR Hokkers serta biaya hidup keluarga Hokkers dalam jangka waktu tertentu jika terjadi sesuatu pada Hokkers.
  2. Usia dan Kondisi Kesehatan: Usia dan kesehatan memengaruhi premi dan persyaratan asuransi. Semakin muda dan lebih sehat, premi biasanya lebih rendah. Beberapa kondisi kesehatan tertentu mungkin memengaruhi kemampuan Hokkers untuk mendapatkan asuransi.
  3. Jenis Asuransi Jiwa: Ada dua jenis utama asuransi jiwa, yaitu asuransi jiwa berjangka (term life) dan asuransi jiwa seluruh hidup (whole life). Asuransi jiwa berjangka memberikan perlindungan dalam jangka waktu tertentu, sementara asuransi jiwa seluruh hidup memberikan perlindungan sepanjang hidup Hokkers.
  4. Premi dan Pembayaran: Pastikan Hokkers memahami besarnya premi yang harus Hokkers bayarkan dan frekuensi pembayarannya. Premi asuransi jiwa KPR dapat dibayarkan setiap bulan, tahun, atau dalam interval lainnya.
  5. Klausul Pembatalan Polis: Ketahui klausul pembatalan polis. Beberapa asuransi jiwa KPR mungkin memiliki klausul yang mengizinkan pembatalan polis jika KPR Hokkers lunas sebelum jangka waktu polis berakhir.
  6. Manfaat Tambahan: Beberapa polis asuransi jiwa KPR mungkin menawarkan manfaat tambahan, seperti perlindungan cacat total dan sementara (Total and Permanent Disability, TPD) atau penyakit kritis. Pertimbangkan apakah Hokkers memerlukan manfaat tambahan ini dan apakah mereka sesuai dengan kebutuhan Hokkers.
  7. Penyelidikan dan Pernyataan Kesehatan: Biasanya, Hokkers perlu mengisi formulir kesehatan dan mengungkapkan riwayat kesehatan Hokkers. Informasi yang akurat sangat penting, karena jika ada klaim di masa depan, pernyataan palsu atau kelalaian dapat mengakibatkan penolakan klaim.

Kesimpulan

Sebelum memutuskan untuk membeli asuransi jiwa KPR, disarankan untuk berbicara dengan seorang agen asuransi yang berpengalaman atau konsultan keuangan. Mereka dapat membantu Hokkers memahami opsi yang tersedia dan menyesuaikannya dengan situasi keuangan dan kebutuhan Hokkers.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?