hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Asuransi Properti, Apa Pengertian & Jenisnya?

asuransi properti

Asuransi Properti, Apa Pengertian & Jenisnya?

Mau lebih tau tentang asuransi properti? Berikut selengkapnya.

Pengertian Asuransi Properti

Asuransi properti adalah asuransi yang memberikan perlindungan terhadap timbulnya kerugian akibat terjadinya kebakaran, tindak pencurian, atau kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Dengan memiliki asuransi properti, Hokkers pun bisa memiliki proteksi jika sewaktu-waktu timbul kerugian akibat bencana alam, seperti banjir, terjadinya kebakaran properti, ataupun tindak pencurian. Membeli asuransi properti, Hokkers bisa meminimalisir biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan properti karena biaya tersebut nantinya akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi.

Selain itu, adanya asuransi properti pun akan memberikan perlindungan terhadap barang yang ada di dalam propertii, melindungi barang seni berharga di dalam properti, memberikan perlindungan jika:

  • Mengurangi risiko kerugian ketikan terjadi musibah.
  • Terjadi gugatan hukum.
  • Membuat nilai properti atau propertii tetap terjaga.
  • Jaminan risiko kemalingan atau perampokan.
  • Menjaga nilai properti.
  • Menjadi syarat mengajukan pinjaman.
  • Memberikan tempat tinggal sementara.

Lebih penting lagi, asuransi properti pun akan membuat Hokkers selalu merasa nyaman dan aman.

Jenis Asuransi properti

Dalam asuransi properti, terdapat beberapa jenis perlindungan yang bisa Hokkers pilih berdasarkan kebutuhan ataupun besaran premi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Berikut adalah jenis-jenis asuransi yang ada saat ini:

Property All Risk Ini merupakan jenis asuransi kebakaran yang bersifat unnamed perils, yakni memberikan jaminan terhadap seluruh resiko yang terjadi pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan, kecuali risiko-risiko yang tertera pada pengecualian, yaitu:

  • Perang,
  • Terorisme
  • Nuklir dan radioaktif
  • Keterlambatan
  • Kehilangan pangsa pasar atau gangguan usaha
  • Kesengajaan
  • Ketidakjujuran karyawan
  • Kerusakan mekanik dan boiler
  • Polusi atau kontaminasi.
Asuransi Kebakaran Secara umum, objek pertanggungan dalam asuransi kebakaran adalah harta benda yang dapat berupa bangunan termasuk perabot/peralatan, mesin-mesin, persediaan barang (stock), barang dagangan, dan barang-barang yang tidak secara khusus dikecualikan dalam pengecualian polis.

Tertanggung atau pengguna dari asuransi kebakaran adalah:

  • Individu atau Perusahaan pemilik bangunan properti tinggal, kantor, pertokoan, properti sakit, hotel, pabrik, gudang dan bangunan lainnya
  • Bank pemberi kredit pemilikan properti

Asuransi kebakaran tidak hanya bisa digunakan saat musibah kebakaran saja, melainkan ada kondisi-kondisi khusus yang juga akan memberikan perlindungan terhadap aset dan investasimu.

Misalnya saja, terjadi kerusuhan, tersambar petir, banjir atau kejatuhan pesawat terbang.

Polis Standard Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) Asuransi ini merupakan polis standard yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebagai bentuk layanan asuransi kebakaran.

Manfaat dari produk asuransi propertii ini adalah memberikan perlindungan pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh:

  • Kebakaran
  • Petir
  • Ledakan
  • Kejatuhan pesawat
  • Asap
Asuransi Kebanjiran Asuransi jenis ini biasanya digunakan orang yang tinggal di daerah dengan risiko banjir yang tinggi.

Dengan mengikuti program asuransi ini, Hokkers dapat melindungi properti dan risiko kehilangan harta benda akibat banjir.

Biasanya jenis asuransi sifatnya merupakan tambahan dari asuransi hunian yang telah Hokkers daftarkan sebelumnya.

Jadi, k etika banjir tiba, Hokkers hanya perlu mengklaim banjir yang menerjang hunian Hokkers ke pihak asuransi.

Syarat Mendaftar Asuransi Properti

Untuk mendaftar asuransi properti, ada beberapa persyaratan dokumen yang harus disiapkan yaitu:

  1. Fotokopi KTP.
  2. Fotokopi Sertifikat Tanah.
  3. Fotokopi Surat Izin Mendirikan Bangunan.
  4. Fotokopi Surat Pajak Bumi dan Bangunan.

Kamu juga bisa mendaftar asuransi properti dengan mengundang agen asuransi ke properti atau bertemu di kantor asuransi. Konsultasikan selengkap dan sedetil mungkin dengan agen mengenai harga premi dan proteksi yang paling cocok dengan kondisimu.

Cara Klaim Asuransi properti

Untuk meng-klaim asuransi properti, berikut berbagai proses yang perlu Hokkers pahami, seperti penjelasan berikut ini:

  1. Melaporkan Kejadian Kerusakan Secepat Mungkin

    Segera laporkan kejadian yang terjadi (misalnya kebanjiran) kepada pihak asuransi sesegera mungkin. Laporan bisa dilakukan dengan surat, faximile atau via telepon atau mengunjungi langsung kantor asuransi.

  2. Membuat Laporan Kerugian karena Kebakaran

    Setelah melaporkan kebakaran, berikutnya Hokkers juga harus mengisi dan melengkapi laporan atau keterangan tertulis mengenai kerugian atau kerusakan yang diakibatkan oleh musibah yang Hokkers alami. Biasanya formulir yang perlu diisi terkait:

    • Tempat, tanggal dan waktu terjadinya kerusakan
    • Penyebab kerusakan
    • Besarnya kerugian yang tertanggung dilengkapi dengan segala sesuatu yang terbakar, musnah, hilang, rusak, dan masih bisa terselamatkan
    • Informasi lainnya yang menurut tertanggung perlu disampaikan kepada pihak asuransi (pihak penanggung)

    Jangan lupa juga menyiapkan dokumen pendukung klaim lainnya kepada pihak asuransi. Seperti buku-buku catatan, fotokopi KTP, dokumen polis asuransi, foto-foto kerugian/barang hilang dan rusak, laporan dari BMG dan lain sebagainya.

  3. Tahapan Identifikasi Polis

    Setelah pihak asuransi mendapatkan seluruh laporan beserta dokumen yang dibutuhkan. Berikutnya perusahaan asuransi akan langsung melakukan identifikasi terhadap validitas polis. Terdapat setidaknya 3 informasi yang akan dicari pada tahap ini yaitu:

    • Apakah penanggung memiliki kepentingan atas objek yang mengalami kerusakan
    • Apakah kerusakan terjadi dalam masa waktu pertanggungan
    • Apakah premi telah dilunasi atau dibayar.
  4. Pemeriksaan Klaim oleh Perusahaan Asuransi

    Setelah hasil identifikasi polis valid. Perusahaan asuransi berikutnya akan melakukan penelitian di lapangan utnuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.

    • Terdapat beberapa informasi dasar yang akan ditelusuri oleh pihak asuransi yaitu:
    • Penyebab terjadinya kerusakan
    • Tempat terjadinya kerusakan
    • Jumlah kerugian yang dialami
    • Jumlah harga sisa dari bangunan/barang/mesin yang tidak terbakar/rusak

    Ketika klaim telah dianggap valid. Pihak asuransi akan memberitahukan nasabah berapa besar jumlah ganti rugi yang akan dibayarkan yang menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

  5. Hasil Pengajuan Klaim

    Setelah diperoleh kesepakatan mengenai jumlah ganti ruginya, nantinya pihak asuransi akan mempersiapkan pembayaran klaim untuk Hokkers. Pembayaran ganti rugi dilakukan selambat-lambatnya sesuai dengan tenggang waktu yang telah ditetapkan pada polis atau sesuai perjanjian.

Tips Memilih Asuransi properti

Saat ini ada banyak perusahaan asuransi yang memberikan layanan asuransi properti. Namun, mengingat pentingnya perlindungan yang akan Hokkers dapatkan dari sebuah layanan asuransi properti, maka sudah sewajarnya Hokkersmempertimbangkan hal ini dengan sangat matang.

Berikut ini adalah tips dalam memilih asuransi properti yang bisa dijadikan pertimbangan:

  1. Pilih Perusahaan Asuransi yang Telah Terdaftar dan Diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

    Temukan sebuah perusahaan asuransi yang memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik, hal ini akan menjadi jaminan layanan yang akan didapatkan dari mereka. Gunakan hanya perusahaan asuransi yang terpercaya serta bisa memenuhi kebutuhan akan layanan asuransi yang mumpuni.

  2. Menggunakan Polis yang Tepat dan Sesuai Kebutuhan

    Pastikan mengetahui dengan baik, isi keseluruhan polis asuransi yang akan dibeli dan gunakan. Jika ternyata mengalami masalah untuk mempelajari isi polis tersebut, maka ada baiknya menanyakannya kepada seorang ahli atau broker asuransi.

  3. Pilih Cakupan yang Memadai

    Hitung dan pertimbangkan dengan cermat setiap komponen pertanggungan yang akan didapatkan, dengan begitu Hokkers bisa mendapatkan manfaat yang maksimal atas pembelian asuransi yang digunakan.

Penetapan Premi Asuransi Properti

Premi asuransi properti ditetapkan perusahaan asuransi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, ganti rugi dan harga premi yang ditetapkan perusahaan asuransi tidak bisa sembarangan.

Ada dua penentu besarnya harga premi asuransi properti yang diterapkan oleh OJK, yaitu:

  1. Aturan Besaran Premi dari OJK

    Berdasarkan SEOJK Nomor 6 tahun 2017 bagian III tentang Tarif Premi dan Kontribusi Lini Usaha Asuransi Harta Benda. Perusahaan dengan pertimbangan   profesional underwriter  dapat menetapkan premi sebagai berikut:

    • Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan kurang dari USD100,000,000.00 (seratus juta dolar Amerika) tidak diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi.
    • Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan mulai dari USD100,000,000.00 (seratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD200,000,000.00 (dua ratus juta dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen).
    • Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD300,000,000.00 (tiga ratus juta dolar Amerika) sampai dengan USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika), dapat diberikan potongan tarif Premi atau Kontribusi paling tinggi sebesar 50% (lima puluh persen).
    • Untuk pertanggungan dengan nilai uang pertanggungan di atas USD1,000,000,000.00 (satu miliar dolar Amerika), mengikuti mekanisme pasar internasional.
  2. Kelas Konstruksi

    Tarif Premi atau Kontribusi yang diterapkan adalah tarif Premi atau Kontribusi sesuai dengan kelas konstruksi, dengan ketentuan sebagai berikut:

    • Kelas Konstruksi 1: Bangunan dikatakan berkonstruksi kelas 1 (satu) apabila dinding, lantai, dan semua komponen penunjang strukturalnya serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan yang tidak mudah terbakar. Jendela dan/atau pintu beserta kerangkanya, dinding partisi, dan penutup lantai boleh diabaikan.
    • Kelas Konstruksi 2: Bangunan dikatakan berkonstruksi kelas 2 (dua) adalah bangunan yang kriterianya sama seperti apa yang disebutkan dalam bangunan berkonstruksi kelas 1 (satu), dengan kelonggaran penutup atap boleh terbuat dari sirap kayu keras, dinding boleh mengandung bahan yang dapat terbakar sampai maksimum 20% (dua puluh persen) dari luas dinding, serta lantai dan struktur penunjangnya boleh terbuat dari kayu.
    • Kelas Konstruksi 3: Semua bangunan selain yang disebutkan pada kelas konstruksi 1 (satu) dan konstruksi 2 (dua).

Nah, mau coba untuk punya properti yang berasuransi? Hubungi kami ya!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?