hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Beli Rumah Baru atau Bekas

sanctuary sentul

Beli Rumah Baru atau Bekas

Beli rumah adalah keputusan besar dalam hidup. Menurut Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index mengungkapkan bahwa hampir 50% pencari properti tidak masalah membeli rumah bekas. Bahkan, ada yang dengan sengaja hanya mengincar rumah bekas. Mungkin Hokkers salah satunya.

Banyak alasan yang melatarbelakangi banyak orang lebih tertarik membeli rumah bekas. Keuntungan membeli rumah bekas, misalnya beberapa penjual menawarkan hunian siap tinggal yang sudah dilengkapi dengan perabotan di dalamnya. Selain itu beli rumah bekas, berarti Hokkers harus bersiap beradaptasi dengan lingkungan sosial yang telah terbentuk.

Selain itu, bandrol harga yang ditawarkan rumah bekas pun tak selalu mengikuti harga pasaran. Tak heran jika banyak orang yang tertarik berinvestasi pada rumah seken. Sebab dengan melakukan sedikit renovasi bangunan, mereka bisa menjual kembali dengan harga lebih tinggi.

Sebelum memutuskan, berikut adalah 20 hal yang harus Hokkers lakukan:

1) Survei Lapangan

Jangan terburu-buru menentukan pilihan. Pilih beberapa rumah bekas dan lakukan survei dua kali untuk melihat kondisi rumahnya langsung. Pertama, lakukan perbandingan dengan mempertimbangkan kondisi rumah, harga, lokasi dan fasilitas lainnya. Kedua, survei sekali lagi untuk melihat kondisi rumah lebih detail. Ini penting agar Hokkers tidak merasa tertipu setelahnya.

2) Beli Rumah Melalui Agen

Beli rumah bekas melalui agen properti dapat membantu menemukan rumah bekas yang sesuai dengan preferensi Hokkers. Membeli rumah melalui agen properti bisa sangat berguna sekali. Hokkers tidak perlu repot untuk mengurus legalitas, semua akan dibantu oleh agen properti. Selain itu, sebagai pembeli tidak ada pemberian komisi ke agen properti. Urusan komisi hanya antara penjual dan agen itu sendiri.

Di sisi lain, biasanya agen properti bisa membantu carikan properti yang sesuai anggaran dan kriteria pembeli. Agen yang baik biasanya tidak akan memaksa atau memburu-buru pembeli. Jangan takut untuk menggunakan agen properti, carilah yang berpengalaman dan terpercaya salah satunya melalui Agen Hokki Star Property.

3) Perhatikan Usia Bangunan

Usia bangunan tentu akan mempengaruhi kualitas sebuah rumah. Rumah dengan usia kurang dari 10 tahun terbilang baru, rumah usia 10-20 tahun tergolong sedang dan rumah lebih dari 20 tahun termasuk kategori bangunan tua. Penting untuk menanyakan waktu terakhir kali rumah tersebut direnovasi. Ketahui juga kualitas bahan, tipe struktur, dan kualitas pengerjaannya.

4) Kelengkapan Surat

Cermat dan teliti dalam memeriksa surat-surat kepemilikan rumah, seperti Surat Hak Milik (SHM), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan sertifikat rumah beserta tanah tersebut. Pastikan juga bahwa nama yang tertera pada setiap surat sama, yaitu merupakan nama asli pemilik rumah.

5) Ukur Kemampuan Finansial

Sama halnya dengan beli rumah baru, untuk beli rumah bekas Hokkers perlu menyiapkan beberapa dana yang digunakan untuk pembayaran uang muka, dan biaya lainnya. Ukur kemampuan finansial Hokkers sebelum memutuskan beli rumah bekas, agar nantinya Hokkers bisa memilih metode pembayaran yang sesuai kemampuan. Hokkers bisa membayar secara tunai jika sekiranya memiliki dana yang cukup. Namun jika kemampuan finansial Hokkers terbatas, KPR rumah bekas adalah salah satu solusinya.

6) Anggaran Renovasi Rumah

Renovasi biasanya dibutuhkan setelah beli rumah bekas, jadi persiapkan dana untuk kebutuhan ini. Siapkan anggaran untuk renovasi. Sebab umumnya rumah bekas pasti membutuhkan renovasi, meski tidak banyak. Hokkers dapat mengantisipasi dengan menambahkan anggaran sekitar 10 persen untuk dana renovasi rumah. Anggaran ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk merenovasi bagian-bagian rumah yang rusak maupun membentuk ruangan sesuai dengan preferensi Hokkers.

7) Cek Kondisi Fisik Rumah

Kondisi fisik rumah sangat menentukan harga rumah itu sendiri. Bahkan, jika memang tak layak, sebaiknya urungkan niat membelinya, kecuali sang penjual mau memberikan potongan harga yang sesuai dengan biaya renovasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait kondisi fisik rumah meliputi usia efektif bangunan, layout rumah, sumber airnya, hingga kelistrikan.

8) Cek Aspek Non-Fisik

Memastikan aspek-aspek nonfisik, seperti legalitas, harga rumah, dan fasilitas pembiayaan yang disetujui penjual. Salah satunya, surat-surat yang perlu diperiksa antara lain adalah surat izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat kepemilikan atau hak atas tanah (SHM atau SHGB).

Jika status rumah bersengkata, sebaiknya Hokkers minta kepada pihak penjual untuk menyelesaikan terlebih dahulu. Periksa dengan seksama riwayat rumah yang ingin Hokkers beli jika ingin terhindar dari masalah. Menurut hukum-hukum, jika Hokkers berencana ingin menyewakan rumah setelah membeli dan rumah masih dalam sengketa maka rumah tidak boleh disewakan. Jadi harus benar-benar dipahami dan dipelajari sebelum membelinya.

9) Hitung Biaya Ekstra yang Harus Dikeluarkan

Dalam mengatur keuangan perihal pembelian rumah, Hokkers disarankan tidak hanya berfokus dalam alokasi dana pembelian rumah. Hal itu dikarenakan, akan ada biaya ekstra lainnya yang membutuhkan dana terkait proses pembelian rumah. Biaya ekstra tersebut meliputi biaya pengurusan sertifikat jual beli, biaya uang muka, hingga biaya renovasi yang biasanya juga dibutuhkan dalam membeli rumah bekas. Siapkan 10 hingga 30% dana ekstra yang sewaktu-waktu bisa digunakan dalam keadaan tertentu.

10) Perhitungkan Faktor Lokasi Rumah

Beli rumah bekas biasanya telah memiliki lingkungan sosial yang telah berkembang. Ketersediaan rumah bekas biasanya berada pada lokasi yang telah berkembang dan strategis. Keuntungan ini yang biasanya bisa didapat saat beli rumah bekas. Dengan lokasi yang telah berkembang, beragam fasilitas sosial pendukung biasanya dapat dengan mudah dijangkau. Contohnya pusat perbelanjaan dan fasilitas pendidikan.

Dengan kelebihan inilah, ada kalanya rumah bekas dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah baru. Namun, Hokkers tidak perlu khawatir, jika dirasa lokasi rumah bekas strategis dan sesuai dengan kebutuhan Hokkers, jangan sungkan untuk menawarnya. Beli rumah bekas dengan lokasi yang strategis seperti dekat dengan akses transportasi umum dapat menghemat pengeluaran bulanan Hokkers.

11) Hindari Membeli Rumah Saat Kondisi Sedang Emosional

Membeli rumah merupakan salah satu keputusan yang efeknya jangka panjang. Jangan sampai Hokkers membeli rumah hanya terpengaruh kondisi emosional semata. Membeli rumah dalam kondisi yang emosional biasanya akan luput memperhatikan aspek-aspek pendukung yang tak kalah penting.

Hal yang biasanya dilupakan adalah terkait fasilitas umum pendukung, keamanan, ketersediaan air hingga listrik. Jadi, jangan terkecoh dengan tawaran harga rumah yang miring, namun tetap berfikir logis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

12) Bandingkan Harga Pasar dan Buat Perbandingan

Tips berikutnya adalah Hokkers boleh membandingkan harga rumah dengan rumah disekitarnya, atau rumah yang kondisi dan karakternya mirip dengan rumah Hokkers sebagai perbandingan. Jika Hokkers tidak dapat menemukan perbandingan yang cocok, lakukan penyesuaian biaya dalam data perbandingan harga-harga rumah yang Hokkers kumpulkan.

Perhitungkan biaya renovasi (jika diperlukan), biaya transportasi dari tempat kerja, ketersediaan fasilitas di sekitar rumah, dan juga keamanan lingkungannya.

13) Jangan Mudah Terbuai dengan Tampilan Luar Rumah

Jangan juga terbuai dengan promo penjual rumah. Sebaiknya Hokkers cermat saat memeriksa kondisi rumah dan perhatikan jika ada hal-hal penting yang seharusnya diketahui, namun tidak disampaikan oleh penjual. Agar lebih membantu, Hokkers boleh saja mengajak teman yang lebih mengerti tentang kelayakan bangunan, misalnya seorang arsitek atau ahli properti lain.

Jangan lupa untuk memeriksa ketahanan dinding dan kerentanannya terhadap serangan rayap. Periksa jika ada keretakan, cat terkelupas atau kelembaban yang disebabkan oleh bocornya saluran air. Mata Hokkers harus jeli dalam mengenali gejala dan tHokkers-tHokkersnya.

14) Jangan Lupa untuk Memeriksa Usia Efektif Bangunan

Beli rumah bekas dengan usia efektif bangunan yang sudah tua memiliki resiko renovasi dengan biaya yang tidak sedikit. Usia efektif bukan dilihat dari kapan terakhir dibangun, namun kapan terakhir direnovasi sehingga meremajakan usia bangunan itu sendiri. Perhatikan pula apabila renovasi tersebut hanya renovasi eksterior, atau renovasi seluruhnya.

Hal ini sangat penting karena keselamatan penghuni rumah yang akan menjadi taruhannya. Hokkers tentunya tidak ingin tinggal di rumah yang hanya diberikan ‘facelift’ namun tidak memperbarui ketahanan rumah.

15) Perhatikan Layout Rumah

Hokkers sebaiknya juga memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara di dalam rumah. Pencahayaan yang cukup akan menjadi faktor penting. Apabila rumah Hokkers memanfaatkan banyak cahaya matahari sebagai sumber cahaya, Hokkers dapat berhemat biaya listrik.

Jika sirkulasi udara tidak begitu baik, rumah akan cepat lembab dan memicu serangan jamur dan rayap. Oleh sebab itu, kedua hal ini patut diperhatikan sebelum Hokkers membeli rumah bekas/seken.

16) Pastikan Sumber Airnya

Ketersediaan air bersih saat beli rumah bekas adalah pertimbangan yang sangat penting. Setelah itu, hal lain yang perlu dilihat adalah keberadaan sumber air. Kepentingan sumber air bersih bagi kebutuhan rumah tangga tidak perlu diragukan lagi, sehingga hal ini juga tidak boleh ketinggalan dalam runtutan pemeriksaan Hokkers.

Secara umum, sumber air bersih berjarak minimal 10 meter persegi dari septic tank. Jarak ini sangat penting untuk mencegah pencemaran air bersih untuk penggunaan rumah tangga. Jika rumah Hokkers memiliki banyak titik air, coba nyalakan beberapa pada saat yang sama, untuk memeriksa ketersediaan air.

17) Cek Kondisi Kelistrikan

Mengecek kondisi kelistrikan sebelum beli rumah bekas wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan aliran listrik. Selain sumber air, utilitas lain yang Hokkers juga harus pastikan adalah rumah memiliki daya listrik yang baik dan berfungsi baik dari PLN. Jika meteran listrik rusak, boleh jadi Hokkers perlu membayar denda yang tidak murah. Selain itu, pastikan rumah bekas tidak memiliki tagihan listrik yang menunggak. Bisa-bisa Hokkers yang nantinya diharuskan membayar tagihan tersebut.

18) Periksa Legalitasnya

Surat-surat yang perlu diperiksa antara lain adalah surat izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat kepemilikan atau hak atas tanah (SHM atau SHGB). Jika status rumah sedang dalam status sengketa, sebaiknya Hokkers selesaikan permasalahan tersebut terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membelinya. Periksa dengan seksama riwayat rumah yang ingin Hokkers beli jika ingin terhindar dari masalah.

19) Tanyakan Fasilitas Pembiayaan yang Tersedia

Berikutnya, sebaiknya cek apakah pembelian rumah ini dapat dilakukan melalui KPR. Dengan demikian, Hokkers juga berkesempatan untuk meminta bank melakukan penilaian nilai properti dengan benar dan dapat menjadi patokan untuk menawar harga rumah dengan pantas.

20) Siapkan Jeda Waktu Berpikir Sebelum Memutuskan

Tidak perlu tergesah-gesa dalam proses beli rumah bekas. Siapkan jeda waktu yang cukup untuk berpikir dan memutuskan apakah Hokkers akan jadi atau tidak jadi beli rumah bekas. Dengan meluangkan waktu berpikir, Hokkers dapat mengevaluasi aspek-aspek penting yan telah dijabarkan di atas. Jika dirasa semua aspek penting tersebut terpenuhi, Hokkers bisa memulai mengambil keputusan secara objektif.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?