hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Beli Rumah dengan KPR Subsidi

Beli Rumah dengan KPR Subsidi

Saat pertama kali membangun rumah tangga atau merintis keluarga kecil. Kendala dana seringkali menjadi penghambat dalam membeli rumah. Pilihan mengontrak rumah juga berisiko jika dijadikan rencana jangka panjang. Mungkin Anda bingung dengan kebutuhan tempat tinggal namun dana masih terbatas. Beli rumah dengan KPR subsidi dapat menjadi solusi hunian bagi keluarga Anda.

Jika biasanya masyarakat terkendala karena besaran uang muka (DP) yang ditetapkan bank ataupun developer yang relatif besar, dengan FLPP, masyarakat dapat membeli rumah layak huni dengan uang muka hanya 1% dari harga jual rumah melalui KPR subsidi. Keunggulan lain, program ini memiliki suku bunga rendah, cicilan yang terjangkau dan flat (tetap) dengan jangka waktu angsuran hingga 20 tahun. Tidak hanya itu, Anda pun bebas dari premi asuransi dan PPN.

Syarat Beli Rumah dengan KPR Subsidi

Membeli rumah subsidi memang sedikit berbeda dengan rumah nonsubsidi. Cari tahu di sini bagaimana langkah mengajukan KPR subsidi yang benar. Adapun syaratnya adalah sebagai berikut:

  1. Warga Negara dan Usia, Program KPR subsidi FLPP hanya ditujukan untuk Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia. Usia pemohon pun harus diatas 21 tahun atau telah menikah.
  2. Belum Memiliki Rumah dan Menerima Subsidi Pemerintah. Pemohon KPR subsidi FLPP haruslah yang belum pernah memiliki rumah sama sekali, karena program ini bertujuan membantu masyarakat menengah ke bawah, yang mengharapkan memiliki rumah yang layak huni. Pemerintah sangat tegas dengan aturan ini, karena jika program KPR subsidi FLPP dimiliki oleh orang yang telah memiliki rumah, maka bisa saja pembelian rumah Melalui KPR FLPP justru malah digunakan untuk hal-hal yang sifatnya komersial, seperti disewakan atau diperjual belikan.
  3. Penghasilan Tidak Lebih dari Rp8 Juta. Pemerintah memberikan ketentuan bagi yang hendak membeli rumah tapak dengan program KPR subsidi FLPP maka penghasilan maksimal Rp 8 juta/bulan.
  4. Masa Kerja Pemohon.Pemohon program KPR FLPP harus mempunyai masa kerja atau bidang usaha minimal selama 1 tahun.
  5. Punya NPWP dan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi. Setiap pemohon program ini harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sehingga dapat mempermudah proses pembelian rumah subsidi. Tak hanya itu, pemerintah juga mengharuskan pemohon memiliki Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Penghasilan, SPT Masa Pajak Penghasilan (PPh).

Cara Mengajukan KPR Subsidi

Setelah semua syarat telah dipenuhi yang tak kalah penting adalah Hokkers pun juga perlu melengkapi beberapa dokumen dibawah ini untuk mengajukan KPR subsidi:

  • Formulir aplikasi kredit yang dilengkapi dengan pasfoto terbaru pemohon dan pasangan
  • Fotokopi Kartu THokkers Penduduk (KTP) pemohon dan pasangan, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi Surat Nikah/Cerai
  • Slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan, fotokopi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Tetap atau Surat Keterangan Kerja (bagi pemohon pegawai)
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), THokkers Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Keterangan Domisili serta Laporan Keuangan 3 bulan terakhir (bagi pemohon wiraswasta)
  • Fotokopi izin praktek (bagi pemohon profesional)
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Setelah melengkapi persyaratan dan dokumen pemohon KPR subsidi, dan cari tahu lebih banyak mengenai informasi perumahan yang dibiayai lewat program KPR FLPP.

Pemerintah bekerja sama dengan bank dalam melaksanakan program KPR subsidi. Pada bank-bank tersebut, Hokkers bisa menanyakan perumahan mana sajakah yang bekerja sama dengan bank-bank tersebut. Hokkers juga bisa melakukan cara sebaliknya, mencari informasi perumahan bersubsidi dan menanyakan bank mana sajakah yang bekerja sama dengan perumahan tersebut. Jika syarat-syaratnya sudah disetujui baik oleh bank dan pengembang, Hokkers tinggal melanjutkan proses transaksi KPR seperti biasa.

Keuntungan dan Kerugian KPR Subsidi

Kehadiran KPR subsidi ini banyak membantu masyarakat yang ingin memiliki hunian namun berpenghasilan rendah. Namun dari segala keuntungannya tentu ada beberapa kekurangannya juga. Berikut beberapa keuntungan KPR subsidi yang bisa Hokkers jadikan pertimbangan:

  • DP lebih terjangkau, yakni antara 1-10% dari harga rumah
  • Reputasi developer yang cukup baik dan terpercaya
  • Biaya angsuran lebih ringan
  • Material bangunan cukup berkualitas
  • Lokasi strategis karena umumnya perumahan bersubsidi dibangun di area industri yang mudah dijangkau bagi pekerja di area industri tersebut
  • Rumah sudah dibangun atau dalam tahap pembangunan, jadi tidak ada sistem inden yang dapat menyebabkan resiko rumah gagal terbangun
  • Syarat pengajuan permohonan cukup mudah

Di sisi lain ada beberapa kekurangan dari KPR subsidi ini yakni:

  • Akses perumahan masih sedikit sulit dijangkau, dan butuh kendaraan pribadi jika ingin keluar rumah
  • Spesifikasi bangunan rumah sangat stHokkersr karena keterbatasan luas tanah dan syarat luas bangunan yang telah ditetapkan
  • Jauh dari pusat kota sehingga butuh waktu lama jika ingin mengunjunginya

Itulah penjelasan detail mengenai syarat KPR Rumah subsidi dan kriteria serta keuntungan dan kekurangannya yang bisa dijadikan pertimbangan. Apabila Hokkers tertarik ingin mengajukan KPR subsidi bisa langsung cek ke perumahannya dan bank yang menyediakan program KPR subsidi.

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) subsidi langsung pemerintah ini dikenal dengan nama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program KPR FLPP sebenarnya telah aktif berjalan sejak tahun 2010 dan dari tahun ke tahun semakin banyak peminatnya. Program ini terbukti mampu membantu masyarakat yang berpenghasilan dibawah 8 juta per bulan untuk memiliki rumah layak huni dengan harga yang terjangkau. Dengan KPR subsidi, Hokkers bisa membeli rumah dengan mudah dengan beban yang lebih ringan.

Jika Hokkers ingin cari hunian yang pas di kantong, hubungi kami ya!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?