hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Biaya Tinggal di Apartemen yang Wajib Hokkers Tahu!

biaya tinggal di apartemn

Biaya Tinggal di Apartemen yang Wajib Hokkers Tahu!

Ketika membuat keputusan untuk membeli sebuah apartemen, harga jual yang diminta bukanlah satu-satunya faktor untuk menentukan apa yang Hokkers mampu. Banyak pembeli atau penyewa pertama kali mengabaikan biaya yang dapat berdampak besar pada biaya keseluruhan apartemen, yaitu biaya perawatan. Mengutip dari NY Daily News, biaya apartemen ini bisa sangat mahal, dan ingat biaya tersebut harus dibayar di samping pembayaran Kredit Pemilikan Apartemen yang mungkin sedang Hokkers cicil.

Biaya-biaya apartemen ini ditagih setiap bulan kepada semua pemilik apartemen untuk menutupi biaya operasi yang diperlukan. Pengeluaran seperti pemeliharaan fasilitas bersama seperti kolam renang atau gym, gaji pengamanan atau pengawas dan biaya utilitas untuk area umum merupakan contoh biaya-biaya apartemen yang mesti Hokkers tanggung.

Perlu diingat, bahwa fasilitas apartemen yang lebih mewah biasanya juga dikenakan biaya apartemen yang lebih tinggi. Jadi penting bagi Hokkers dalam memilih untuk membeli apartemen yang dapat yang besaran biayanya masih dapat Hokkers. Alih-alih menjadi biaya statis, biaya pemeliharaan apartemen cenderung naik beberapa persentase setiap tahun.

Biaya apartemen apa saja?

Umumnya mencakup biaya Iuran Pemeliharaan Lingkungan atau IPL. Namun siapa sangka, ada pula biaya apartemen lainnya seperti maintenance fee, sinking fund, biaya parkir, biaya listrik, biaya air, biaya renovasi dan dekorasi, hingga biaya laundry.

Biaya apartemen bulanan Hokkers bisa rendah dan bisa juga tinggi bergantung kepada lokasi dan ukuran apartemen. Tentu saja, lokasi merupakan faktor utama yang signifikan dari biaya sebuah apartemen dan biaya bulanannya. Terutama jika properti tersebut terletak di daerah yang sangat diinginkan seperti kota atau dekat pantai. Ketika hendak membeli sebuah apartemen, Hokkers memang harus mempertimbangkan biaya-biaya pemeliharaan bulanan tetapi juga fasilitas dan layanan yang menyertai biaya tersebut. Biaya pemeliharaan bulanan dapat mencakup berbagai layanan dan pengeluaran.

Biasanya dalam biaya apartemen ada juga biaya triwulanan atau tahunan, yang merupakan biaya tambahan untuk pengeluaran besar tak terduga yang tidak termasuk dalam kategori biaya pemeliharaan bulanan. Merujuk penjelasan Investopedia, sangat penting untuk mempertimbangkan bahwa biaya pemeliharaan bulanan dapat bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain. Selain pemeliharaan properti secara umum, biaya bulanan yang lebih tinggi dapat disebabkan oleh layanan seperti clubhouse, peningkatan keamanan, parkir tertutup, atau garasi parkir bawah tanah. Tergantung kepada operator gedung, beberapa dari tambahan tersebut dapat bersifat opsional, yang berarti Hokkers mungkin dapat menurunkan biaya bulanan dengan mengabaikan beberapa fasilitas. Misalnya, jika Hokkers tidak memerlukan akses ke gym atau kolam renang, biaya Hokkers mungkin lebih rendah.

Salah satu kerugian lainnya memiliki apartemen adalah bahwa meskipun Hokkers membayar biaya pemeliharaan bulanan, Hokkers bertanggung jawab atas biaya perbaikan jika terjadi kesalahan di dalam unit Hokkers. Misalnya, katakanlah lantai keramik mulai berantakan, pemilik apartemen harus membayar sendiri. Biaya apartemen bulanan secara tidak langsung dapat berdampak pada nilai properti sebuah apartemen jika biayanya sangat tinggi, sehingga membuat siapa pun enggan membelinya. Akibatnya, properti tetap berada di pasar lebih lama dari properti serupa, dan harga yang diminta diturunkan untuk menarik pembeli. Bagi Hokkers yang ingin membeli apartemen sebagai tempat tinggal utama harus mempertimbangkan apakah biaya apartemen terlalu rendah atau terlalu tinggi dan apakah properti tersebut telah dirawat dengan baik. Berikut adalah biaya-biaya yang harus Hokkers keluarkan jika memutuskan tinggal di apartemen.

#01. Biaya IPL atau Maintenance Fee

Biaya IPL mencakup biaya pemeliharaan bulanan dapat mencakup berbagai layanan dan pengeluaran, termasuk lobi dan area umum, teras dan trotoar, lansekap, lapangan tenis, kolam renang, lift, saluran pembuangan dan iuran sampah. Sebelum dikelola manajemen gedung, besaran IPL biasanya sudah ditetapkan oleh pengembang yang membangun apartemen. Besaran tarif IPL yang akan dibayar oleh penghuni dicantumkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), misalnya Rp X per meter persegi. Itulah dasar awal tarif IPL yang dijadikan acuan P3SRS. Penetapan IPL apartemen biasanya mengacu pada anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) apartemen yang bersangkutan.

Biaya IPL dihitung berdasarkan dari seluruh jumlah biaya operasional dan perawatan benda, area dan tanah bersama setiap bulan dibagi total luas seluruh unit. Kemudian setelah mendapatkan nilai per meter maka setiap unit dikenakan IPL dengan mengalikan nilai IPL per/meter dengan luas unit. Sehingga besarnya biaya tergantung luas unit. IPL biasanya ditarik per bulan, 3 bulan, 6 bulan atau per tahun tergantung hasil rapat pengurus PPPSRS.

#02. Sinking Fund

Jika Hokkers tinggal di gedung apartemen dan properti sewa, Hokkers mungkin diminta untuk membayar sinking fund atau dana cadangan melalui biaya bulanan yang ditetapkan. Menurut definisi yang dipaparkan What House, dana pelunasan adalah rekening tabungan jangka panjang yang memastikan bahwa ada modal yang disisihkan untuk menutupi biaya satu kali di masa depan.

Memiliki sinking fund tidak hanya penting untuk pemeliharaan rumah Hokkers, tetapi juga menjaga nilai dan daya jual properti. Sinking fund disiapkan untuk menutupi biaya perbaikan, pembaruan dan penggantian, mulai dari pemeliharaan seperti penggantian atap. Misalnya, jika genteng jatuh dari atap, biaya servis akan menutupi biaya perbaikan genteng, sedangkan sinking fund akan menutupi biaya penggantian seluruh atap ketika saatnya tiba.

Jumlahnya tentu bisa diatur berdasar kesepakatan dengan penyewa apartemen. Namun, umumnya sinking fund apartemen dibayarkan setahun sekali atau diangsur tiap bulan di muka sebelum periode sewa dalam setahun selesai. Besaran yang ditetapkan yaitu berkisar 10 – 15% dari iuran pengelolaan. Jadi kalau misalnya apartemen Hokkers dikenakan biaya pemeliharaan rata-rata Rp10.000 hingga Rp15.000 per meter persegi. Kalau luas unitnya 40 meter persegi, biayanya sekitar Rp400.000 hingga Rp600.000 per bulan. Nah, biaya rata-rata dari rumus sinking fund adalah sekitar 10 – 15% dari biaya pemeliharaan tersebut.

#04. Biaya Parkir

Ada apartemen yang menggratiskan parkir bagi penghuninya dan ada yang sebaliknya. Untuk biaya parkir, penghuni apartemen pada umumnya mesti menyiapkan budget antara Rp20.000 sampai Rp100 ribu per bulan untuk motor. Sedangkan mobil bisa lebih mahal, antara Rp100.000 sampai Rp300.000 per bulan.

#05. Biaya Listrik

Perlu Hokkers ketahui bahwa perhitungan biaya listrik apartemen dan rumah tapak sangat berbeda. Perhitungan listrik apartemen skemanya sama dengan gedung kantor dan mal. Tak heran apabila tagihannya sangat besar. Misalnya Hokkers tinggal di rumah tapak dengan tagihan listrik Rp500 ribu untuk 1.300 watt. Bisa saja ketika di apartemen, biaya listriknya mencapai Rp700.000. Tetapi sisi baiknya, jarang sekali di apartemen mengalami mati listrik.

#06. Biaya Air

Nah, untuk biaya air, apartemen akan mengikuti perhitungan dari PDAM setempat. Biaya air biasanya dihitung per meter kubik. Untuk pemakaian normal, tagihan air yang mesti dibayarkan antara Rp100.000 sampai Rp200.000 tiap bulan. Demi menyiasati tagihan air agar tidak membengkak, Hokkers bisa menampung bekas air cucian baju sebagai flush di toilet.

#07. Biaya Renovasi dan Dekorasi

Tidak semua pengembang menjual satu paket unit apartemen berikut interiornya, akhirnya Hokkers pun harus merogoh kantong lagi untuk furnishing interiornya. Nah, biasanya dari manajemen building ada penawaran untuk dekorasi interior apartemen. Namun harganya tentu saja berbeda dengan para penyedia jasa interior yang bukan dari manajemen building. Rata-rata paket full interior apartemen tipe studio bisa dimulai dari Rp40 juta. Seperti kitchen set, ruang tamu, dan bedroom Hokkers.

#08. Laundry

Perhitungan jasa cuci ini umumnya kiloan. Yaitu antara Rp8.000 sampai Rp10.000 untuk satu kilogramnya. Apabila tinggal sendiri, diperkirakan biaya cuci per bulan mencapai Rp100.000. Perlu diketahui bahwa harga laundry dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sebaliknya, biaya cucian untuk satu kilogram kira-kira Rp. 5.000 sampai Rp. 100.000 pada tahun sebelumnya, sedangkan di lapangan Magetan sekitar Rp. 2.500 hingga Rp160.000. Mahalnya harga cucian tergantung dari cucian, baik dalam satuan, kemasan, maupun kilogram. Selanjutnya, kilogram biaya cucian yang berlaku di mana saja tergantung pada apa yang dijual oleh pemilik jasa laundry.

Simulasi Biaya Bulanan Tinggal di Apartemen

Setelah mengetahui biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya saat tinggal di apartemen, kini saatnya simulasikan total biaya apartemen. Sebagai contoh Hokkers tinggal di salah satu apartemen di Jakarta Barat, berikut simulasi biaya apartemen yang harus dibayar per bulannya.

Sebagai catatan, adapun maksud dari sinking fund di setiap lokasi apartemen berbeda-beda. Ada yang untuk perpanjangan izin gedung, ada pula untuk perawatan fasilitas dan renovasi kerusakan gedung. Berdasarkan simulasi di atas, Hokkers harus membayar total sekitar Rp 1,3 juta setiap bulannya. Dengan jumlah sebesar itu, Hokkers mendapatkan fasilitas kolam renang, serta kios penyedia jasa dan barang kebutuhan sehari-hari. Namun untuk biaya laundry, Hokkers bisa menambahkannya sendiri setiap bulannya.

Mau coba tinggal di apartemen? Hubungi kami ya!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?