hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Cara Beli Rumah KPR

Bassura City

Cara Beli Rumah KPR

Beli rumah KPR? Rumah menjadi salah satu kebutuhan primer setiap manusia. Rumah inilah yang akan menjadi tempat kita pulang, beristirahat, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Setiap orang membutuhkan rumah yang nyaman dan layak ditempati, sayangnya meskipun ketersediaannya cukup banyak tapi harga rumah cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Hal ini membuat beberapa orang kesulitan membeli rumah secara cash. Untuk mengatasi hal tersebut, muncullah opsi pembelian rumah dengan sistem KPR. KPR adalah kredit kepemilikan rumah, suatu fasilitas kredit yang ditujukan untuk orang yang ingin melakukan renovasi atau pembelian rumah.

Hokkers dapat mengajukan KPR ini ke Bank yang ada di Indonesia. Nah, berikut ini beberapa cara beli rumah KPR untukmu yang tertarik menggunakan sistem pembayaran satu ini.

Cari rumah baru atau rumah second yang bisa di KPR? Bang Hokki punya ratusan rekomendasi unitnya untukmu lho!

Cara Beli Rumah KPR

Berikut ini Langkah-langkah melakukan pembelian rumah dengan sistem KPR:

1. Cari Unit Rumah yang Ingin Dibeli

Langkah pertama yang harus Hokkers lakukan ketika ingin beli rumah KPR adalah mencari unit rumah yang ingin Hokkers beli. Untuk mencari unit rumah, ada beberapa hal yang bisa Hokkers pertimbangkan sebagai indikator penilaian. Diantaranya adalah, lokasi, harga jual, spesifikasi rumah, fasilitas, akses, dan sejenisnya.

Untuk mencari rumah idaman yang bisa di KPR, ada dua cara yang bisa Hokkers lakukan. Pertama, Hokkers bisa mendatangi salah satu bank penyedia KPR dan meminta informasi lokasi rumah yang tersedia untuk KPR. Kedua, Hokkers bisa memilih unit rumah tersebut secara langsung. Hokkers bisa mendapatkan informasi rumah ini melalui internet, koran, atau media lainnya.

Agar lebih mudah, Hokkers juga bisa menggunakan platform real estate online seperti Bang Hokki. Bang Hokki menyediakan beragam pilihan rumah yang bisa Hokkers beli dengan sistem KPR. Bang Hokki juga menyediakan rumah di berbagai kota yang ada di Indonesia lho. Disini Hokkers juga bisa menggunakan fitur “filter” untuk memudahkanmu mencari rumah yang Hokkers butuhkan. Melalui filter ini, Hokkers bisa menyaring ketersediaan rumah berdasarkan lokasi, harga, jenis sertifikat, luas, jumlah 2 kamar tidur, jumlah kamar mandi, dan sejenisnya. Melalui Bang Hokki, Hokkers bisa mendapatkan lebih banyak referensi rumah dengan cepat dan mudah tanpa harus keluar rumah. Jika Hokkers sudah menemukan rumah terbaik yang ingin Hokkers beli, Hokkers bisa menghubungi Agen Bang Hokki dan buat janji temu ya. Segera amankan unit idamanmu dengan Bang Hokki!

2. Lakukan Survey Rumah Secara Langsung

Cara beli rumah KPR kedua adalah melakukan survei langsung. Rumah yang Hokkers beli inilah yang akan Hokkers tempati selama berpuluh-puluh tahun kedepan, sekarang itulah penting sekali untuk melakukan survei agar rumah yang Hokkers pilih sesuai dengan harapan.

Hubungi agen developer yang bersangkutan dan buat janji temu. Agen tersebut akan memandumu untuk melihat-lihat kondisi rumah yang ingin Hokkers beli secara langsung. Di sini Hokkers bisa melihat spesifikasi rumah yang ditawarkan secara langsung, fasilitas yang ada di sekitar area perumahan, kondisi lingkungan, kemudahan akses, dan sejenisnya. Tanyakan juga hal-hal yang berkaitan dengan rumah tersebut. Contohnya saja adalah: harga jual rumah, jumlah down payment yang dibutuhkan, dan biaya-biaya yang terkait dengan proses pembelian rumah secara kredit.

3. Bayar Tanda Jadi

Jika Hokkers merasa cocok dengan rumah tersebut, selanjutnya yang harus Hokkers lakukan adalah membayar booking fee atau tanda jadi. Tanda jadi merupakan sejumlah biaya yang dibayarkan sebagai bukti pemesanan rumah-rumah tersebut sehingga tidak dapat dijual ke pihak lain. Booking fee ini memberi jaminan kepada pemohon bahwa ia benar-benar yakin ingin membeli unit tersebut. Bagi pihak Developer, booking fee ini menjadi menunjukkan keseriusan calon pembeli.

Untuk nominal booking fee sendiri beragam, biasanya mulai dari Rp2.000.000 saja tergantung tipe rumahnya. Terkait dengan booking fee, Hokkers juga bisa bertanya lebih lanjut seputar kebijakan booking fee yang diterapkan oleh developer tersebut. Ada beberapa developer yang memberikan batas waktu tertentu pembayaran DP setelah booking fee, ada juga yang bebas. Biasanya, booking fee ini akan hangus apabila si calon pembeli membatalkan transaksi. Jadi pastikan Hokkers sudah benar-benar yakin untuk membelinya.

4. Melakukan Pengajuan KPR ke Bank

Beberapa developer perumahan biasanya sudah bekerjasama dengan bank tertentu untuk menyediakan opsi pembayaran rumah secara KPR. Yang harus Hokkers lakukan adalah menyampaikan bahwa Hokkers ingin menggunakan KPR sebagai sistem pembayarannya. Pihak developer akan menghubungkan dengan bank terkait. Di sini, Hokkers bisa bertanya seputar sistem KPR, bunga, benda, jumlah angsuran, biaya awal yang harus Hokkers keluarkan, dan kebijakan lainnya seputar sistem KPR oleh bank tersebut.

5. Mempersiapkan Dokumen Persyaratan Beli Rumah KPR

Untuk pengajuan KPR ke Bank, ada beberapa dokumen yang harus Hokkers persiapkan. Diantaranya adalah:

  • Memiliki status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), dapat dibuktikan dengan Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (pemohon dan pasangan, apabila sudah menikah).

  • Berada di rentang usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun untuk karyawan atau 65 tahun untuk pengusaha dan tenaga profesional (ketika masa kredit berakhir). Contoh, kalau Hokkers melakukan pengajuan KPR dengan tenor 20 tahun. Maka, usiamu saat itu maksimal 35 tahun atau 45 tahun.

  • Memiliki pendapatan rutin/rutin. Dibuktikan dengan slip gaji (untuk karyawan) dan surat keterangan penghasilan untuk wiraswasta atau profesional.

  • Telah bekerja selama 2 tahun (untuk karyawan) atau punya usaha yang telah berjalan setidaknya selama 3 tahun (untuk pengusaha).

  • Fotokopi kartu Keluarga

  • Fotokopi Surat Nikah, bagi yang telah menikah

  • Fotokopi Rekening Koran

  • Surat Rekomendasi dari perusahaan, khusus karyawan

  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak pribadi, untuk wiraswasta/pengusaha

  • Fotokopi SIUP, untuk wiraswasta/pengusaha

  • Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan, untuk wiraswasta/pengusaha

  • Formulir & Surat Pernyataan

Lazimnya saat mengajukan KPR Hokkers akan dikenakan biaya untuk sejumlah keperluan seperti appraisal rumah, notaris, provisi bank, asuransi kebakaran, dan premi asuransi jiwa selama masa KPR.

Biasanya persyaratan KPR antara 1 bank dengan bank lainnya tidak jauh berbeda. Mungkin, akan ada beberapa syarat tambahan yang harus Hokkers lengkapi.

6. Pembayaran DP dan Biaya Awal

Selanjutnya, setelah semua persyaratan lengkap. Cara beli rumah KPR adalah dengan memberikan sejumlah DP sesuai dengan kesepakatan. Makin besar DP-nya, maka hutangmu akan semakin kecil.

Selain down payment, Hokkers juga harus mengeluarkan beberapa biaya lain seperti biaya administrasi bank, biaya asuransi, dan biaya notaris yang nominalnya bisa belasan hingga puluhan juta. Jadi, persiapkan komponen biaya ini dari sekarang ya!

7. Proses Akad Beli Rumah KPR

Langkah terakhir adalah proses akad KPR dan penandatanganan di lokasi bank tersebut. Setelah proses ini, angsuranmu akan mulai berjalan dan Hokkers sudah bisa menempati rumah tersebut.

Butuh rumah yang bisa KPR di berbagai kota di Indonesia? Bang Hokki solusinya.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?