hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Cara Jual Rumah dan Alasan Kenapa Rumah Susah Dijual

jual rumah

Cara Jual Rumah dan Alasan Kenapa Rumah Susah Dijual

Ingin jual rumah karena ada beberapa alasan? Namun, digadang-gadang dengan rasa takut susah dijual dan lama. Hempaskan pemikiran tersebut, cobalah untuk menjualnya melalui bank. Mungkin, Hokkers bertanya-tanya bagaimana cara jual rumah ke bank?

Hokkers tidak perlu lagi pusing memikirkan bagaimana cara jual rumah agar cepat laku?Simak informasi lengkapnya di bawah ini secara seksama.

Kenapa Rumah Susah Dijual? 

Mungkin sebagian orang pernah merasakan bahwasannya, mengapa rumah sulit untuk dijual? Sebelum Hokkers mengetahui cara menjual rumah ke bank, ada baiknya Hokkers mengetahui penyebab dari susahnya rumah dijual. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Harga Jual Rumah Terlalu Tinggi 

Penyebab yang paling umum dan klasik adalah harga jual rumah terlalu tinggi. Memang terlihat sepele, namun harga juga berpengaruh terhadap calon pembeli potensial. Sebenarnya, untuk patokan harga terlihat relatif baik murah maupun mahal. Tapi, calon pembeli potensial juga memperhatikan beberapa pertimbangan mulai dari lokasi, kondisi bangunan, hingga ukuran rumah.

Sungguh disayangkan, ironinya beberapa pandangan calon pembeli potensial terhadap penjual rumah adalah menginginkan rumah yang bagus namun dengan harga murah. Memang sebagai pemilik rumah bebas menentukan patokan harga penjualan, baik berdasarkan RAB dan sebagainya. Walaupun begitu, orang-orang (Calon pembeli potensial) hanya menghargai apa yang ada di depan sana atau lebih tepatnya kondisi rumah “Sekarang.”

Begini contoh sederhananya, rumah yang tidak terlalu mewah tapi dibangun di daerah kota (Dapat terjual mahal) berbeda lagi ketika rumah yang dijual mewah tapi lokasinya di pelosok (Dapat terjual murah). Begitulah gambarannya.

2. Tidak Rajin Mempromosikan Rumah 

Jika melihat dari pekerjaan agen properti, agen properti banyak mempromosikan produk yang dijual. Bagaimana dengan Hokkers? Apakah jarang mempromosikan rumah? Sebenarnya hal ini tidak bisa dilewatkan oleh penjual rumah.

Hokkers harus tahu bahwasannya promosi mouth to mouth kuranglah efektif. Maka dari itu, Hokkers bisa mempromosikan melalui sosial media dengan begini semuanya jauh lebih optimal. Selain itu, Hokkers bisa menggunakan jasa agen properti yang lebih ahli dalam memasarkan produk properti.

3. Membutuhkan Banyak Perbaikan 

Ketika Hokkers menawarkan rumah untuk dijual, pastikan terlebih dahulu Hokkers menjual rumah dengan kondisi tidak membutuhkan banyak perbaikan. Takutnya, ada banyak perbaikan pada rumah namun Hokkers menjualnya dengan harga melonjak tinggi. Bisa-bisa harga rumah ditawar secara sadis.

Hokkers harus tahu ini, bahwasannya pembeli tidak ingin direpotkan lagi setelah membeli rumah. Mereka kurang menyukai perbaikan atau membereskan beberapa list yang rusak sebelum menghuni rumah.

Maka dari itu, sebelum Hokkers mempromosikan rumah lebih baiknya memperbaiki beberapa bagian rumah. Kalau bisa tuntaskan sebagian besar, agar pembeli tidak lagi labil membeli rumah.

4. Penjual Tidak Kooperatif

Kenapa rumah susah sekali terjual? Karena, penjual rumah tidak kooperatif. Dengan begitu, banyak sekali calon pembeli potensial yang mundur.

Biasanya para pembeli membutuhkan legalitas dokumen, mulai dari SHM, IMB, dan sebagainya. Banyak sekali dokumen yang harus ditunjukkan kepada pembeli dan penjual harus menunjukkannya agar rumah terjual.

Tidak hanya itu, ketika Hokkers melakukan penjualan rumah namun sering menunda-nunda waktu menjawab atas pertanyaan yang disampaikan maupun memperlama dalam menunjukkan dokumen, sudah pastinya calon pembeli potensial mundur duluan.

Mengapa mundur? Karena, calon pembeli potensial menaruh kecurigaan terhadap penjualan rumah Hokkers. Wajar sekali calon pembeli potensial menaruh kecurigaan, penjualnya saja tidak kooperatif sama sekali.

Lokasi Tidak Mendukung Kenyamanan

Ada banyak hal yang membuat orang tidak merasa nyaman dengan lokasi rumah Hokkers. Kalau masalah lokasi sendiri berkaitan dengan preferensi orang masing-masing, jadi cukup diwajarkan apabila ada yag tidak menyukai lokasi rumah Hokkers.

Ada beberapa faktor yang membuat ketidaknyamanan dari lokasi rumah Hokkers diantaranya yaitu dekat dengan tiang listrik (Gardu bertegangan tinggi), rawan banjir, dekat dengan sungai, dekat rel KAI, dan masih banyak lagi.

Itulah beberapa penyebab yang menjadikan rumah sulit dijual. Biar lebih terasa mudah, Hokkers bisa jual rumah ke bank.

Bagaimana Cara Jual Rumah ke Bank? 

Setelah mengetahui beberapa penyebab rumah susah dijual, Hokkers harus mengetahui bagaimana cara jual rumah ke bank?Simak infomrasi lengkapnya di bawah ini.

1. Mengecek Kondisi Rumah Terlebih Dahulu 

Sebelum Hokkers jual rumah ke bank, ada baiknya Hokkers memastikan kondisi rumah menyeluruh. Hokkers bisa mengecek interior maupun eksterior.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan beberapa hal diantaranya yaitu spesifikasi, kelebihan, serta kekurangan rumah Hokkers, Biasanya hal ini akan dilihat dari pihak bank dan mempengaruhi suatu nilai.

Apabila Hokkers ingin menghindari penawaran sadis-sadisan oleh pihak lain, maka lakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum melakukan penjualan melalui bank.

2. Menentukan Pihak Bank untuk Jual Rumah

Ada banyak bank di Indonesia yang menawarkan berbagai macam penawaran, termasuk penjualan rumah. Hokkers bisa memilih bank terbaik untuk penjualan rumah.

Bagaimana cara memilih bank terbaik untuk jual rumah? Hokkers bisa memilih melalui survey, mencari informasi dan banyak direkomendasikan oleh orang-orang disekitar. Kalau bisa Hokkers mencari track record positif bank atas penjualan rumah.

3. Mengikuti Petunjuk Bank 

Saat Hokkers berhasil mendapatkan bank terbaik, Hokkers bisa mengikuti petunjuk yang diberikan oleh bank. Biasanya, bank meminta beberapa kelengkapan dokumen dari rumah yang dijual.

Cara jual rumah ke bank dari persyaratan ini harus dipenuhi (Kelengkapan dokumen). Dengan adanya SHM (Sertifikat Hak Milik) dan dokumen lainnya, pihak bank dan calon pembeli potensial akan percaya bahwa rumah Hokkers dijual.

Maka dari itu, pastikan untuk mengecek kelengkapan dokumen sebelum Hokkers berangkat ke bank untuk mengurusi penjualan rumah.

4. Mengetahui Harga Jual Rumah di Market 

Biasanya, rumah lama dengan rumah baru memiliki perbedaan harga yang cukup jomplang. Maka dari itu, sebelum Hokkers setuju untuk menjual rumah melalui bank tentukan harga jual yang pas.

Hokkers bisa melihat beberapa pertimbangan dalam menentukan harga jual rumah diantaranya yaitu lokasi, spesifikasi, kelebihan, dan kekurangan rumah. Selain itu, Hokkers wajib mengecek yang namanya NJOP agar mengetahui kelayakan rumah ketika dijual.

5. Menghitung Seluruh Biaya Mendetail 

Cara jual rumah ke bank adalah memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumah, kalau bisa terperinci.

Dengan memperhitungkan biaya pembangunan rumah secara mendetail, Hokkers bisa mengajukan penawaran harga ke bank. Sebenarnya, ini juga mencegah yang namanya kerugian besar-besaran.

Itulah beberapa cara yang dapat diterapkan saat menjual rumah ke bank. Semuanya berlaku terhadap seluruh bank di Indonesia.

Namun, sebelum Hokkers melakukan penjualan lebih baik menghubungi terlebih dahulu pihak bank. Begitulah beberapa informasi mengenai cara jual rumah ke bank dan railah calon pembeli potensial.

Ingin jual beli rumah, hubungi kami!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?