hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Fakta Menarik Tentang Investasi Rumah

Rumah

Fakta Menarik Tentang Investasi Rumah

Selama ini Hokkers tentu sering menemukan informasi yang menyebutkan untungnya investasi di bidang rumah. Apa pasal? Karena rumah dinilai sebagai satu-satunya instrumen investasi paling fleksibel, menguntungkan, dan minim risiko.

Karena itulah banyak investor yang memilih berinvestasi di bidang rumah ketimbang jenis investasi lainnya seperti emas, saham, atau obligasi. Dan untuk mengelolanya secara maksimal, para pelaku bisnis rumah sudah pasti dituntut untuk menguasai tren dan strategi tersendiri.

Pasalnya, rumah merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan kelihaian dalam menentukan lokasi, waktu, dan pembiayaan yang tepat. Dan mengandalkan dana besar saja tak cukup untuk sebagai bekal berinvestasi di bidang rumah.

Tanpa pengetahuan dan taktik yang mumpuni, banyak pebisnis rumah mengalami tingkat kerugian dalam jumlah yang tak sedikit. Kendati demikian, bisnis rumah juga menawarkan banyak kenikmatan yang luar biasa. Simak rangkuman dari rumah.com, ini untungnya investasi di bidang rumah:

1. Nilai Investasi Selalu Naik

Apakah Hokkers pernah mendengar harga tanah atau kavling turun? Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa negara lain di tahun 1997, nilai rumah ketika dijual pun masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga pembelian pertama. Bahkan setelah krisis mereda, nilai jual rumah langsung melonjak drastis.

Kesimpulannya, meski kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun, kenaikan harga rumah akan selalu lebih tinggi daripada tingkat inflasti. Catat!

2. Tidak Harus Membayar Semuanya

Sebagai contoh, Hokkers ingin membeli rumah senilai Rp200 juta. Lantas, apakah Hokkers harus mempunyai dana sebesar harga rumah tersebut? Jawabannya, tentu tidak. Hokkers hanya cukup menyediakan dana awal sebesar 20% (ketentuan uang muka minimal saat ini), dan sisanya bisa dibayarkan kepada bank dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Atau bahkan dengan cara dan strategi tertentu, Hokkers dapat menggunakan dana dari pihak lain untuk membayar DP.

3. Kontrol di Tangan Hokkers

Sebagai investor, Hokkers tentu tidak dapat mengontrol harga saham, obligasi, reksadana, atau paper aset lainnya. Berbeda dengan bisnis rumah, Hokkers lah yang menentukan harga jual rumah dan mengaturnya sendiri. Bisa dinaikkan dan diturunkan dalam kondisi tertentu.

Poin yang paling membedakan rumah dengan jenis usaha lainnya adalah rumah dapat menghasilkan uang secara terus menerus, tanpa harus dijual. Hokkers dapat mereguk keuntungan lewat cara disewakan atau refinancing(pembiayaan kembali via bank atau lembaga keuangan).

4. Bisa Untung Saat Beli

Ilustrasi sederhananya sebagai berikut; katakanlah harga pasar suatu rumah dengan ukuran tanah dan luas bangunan tertentu di sebuah lokasi real estate seharga Rp1 miliar. Lalu NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari rumah tersebut senilai Rp800 juta.

Nah, karena penjual sangat memerlukan uang kontan, maka rumah tersebut dilepas kepada Hokkers seharga Rp700 juta. Artinya, keuntungan “nilai buku” yang Hokkers peroleh saat membeli rumah tersebut sebesar Rp300 juta (Rp1 miliar dikurangi Rp700 juta).

Apabila Hokkers menjualnya beberapa pekan kemudian, “nilai riil” keuntungan yang akan diperoleh adalah Rp300 juta. Bandingkan dengan jenis investasi lainnya yang mana keuntungan baru akan didapat pasca beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun kemudian.

5. Nilai Jual Bertambah dengan Modal Minim

Nilai rumah dapat ditingkatkan dengan cara-cara sederhana, misalnya renovasi. Sehingga rumah yang sebelumnya nampak kusam, bisa dibuat terlihat baru dengan mengecat seluruh dindingnya. Dengan begitu, Hokkers sudah meningkatkan nilai jualnya.

Jika Hokkers baru berkecimpung dalam bisnis rumah, sebaiknya mulailah dengan berinvestasi pada nilai yang masih minim atau dalam jangkauan kemampuan Hokkers. Barulah secara bertahap dan perlahan mulai meningkatkan portofolio investasi Hokkers.

6. Meraup Uang Tanpa Menjual

Mendapatkan uang tanpa menjual rumah dapat dilakukan dengan cara refinancing (pendanaan/ pembiayaan kembali. Hokkers cukup mengundang pihak appraisal (penilai rumah) untuk mengukur kembali berapa harga rumah Hokkers saat ini.

Hasil dari kenaikan penilaian tersebut dapat Hokkers gunakan untuk memperoleh pinjaman yang lebih besar. Selanjutnya, dana segar tersebut dapat dipergunakan untuk membeli rumah berikutnya.

7. Menghemat Waktu

Bisnis rumah tidak memerlukan kehadiran Hokkers setiap hari untuk mengontrolnya. Misalnya, Hokkers memiliki kos-kosan atau kontrakan. Hokkers hanya perlu sebulan atau bahkan setahun sekali meninjau rumah sekaligus menagih uang sewanya.

8. Mudah Dijaminkan ke Bank

Jika Hokkers membutuhkan dana pinjaman dan mengajukan permohonan kepada bank, menurut Hokkers jaminan jenis apakah yang diminta oleh pihak bank?

Propertilah jaminan utamanya, karena bank sangat mengenali resiko investasi ini jauh lebih rendah dibanding jenis investasi lainnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin rendahnya suku bunga pinjaman KPR daripada suku bunga kredit lainnya.

9. Aset Cepat Terkumpul

Bila Hokkers mempunyai uang tunai senilai Rp200 juta, kira-kira berapa banyak rumah yang bisa dibeli? Jika pihak bank memperbolehkan cukup membayar DP 20%, maka rumah seharga Rp500 juta bisa didapat hanya dengan mengeluarkan uang Rp100 juta.

Lalu dengan uang Rp200 juta, maka Hokkers bisa memperoleh dua unit rumah dengan total nilai Rp1 miliar. Akan tetapi semuanya tergantung kepada kemampuan Hokkers dalam menganalisa situasi, kondisi, dan lokasi suatu rumah.

Mau berinvestasi rumah, hubungi kami.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?