hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Jasa Agen Properti: Keuntungan dan Kelemahannya

agen properti

Jasa Agen Properti: Keuntungan dan Kelemahannya

Pernahkah terlintas di pikiran Hokkers untuk menjual properti dan menjualnya sendiri tanpa bantuan agen properti? Apakah Hokkers berada di Kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali, dimana pembangunan perumahan sedang gencar sehingga Hokkers kesulitan menjual properti? Mungkin Hokkers hanya terfokus pada besaran komisi yang akan ditagihkan di kemudian hari, atau merasa lebih mudah menjualnya sendiri dengan mem-posting properti di situs jual beli dan Hokkers dapat tangani sendiri. Hal tersebut sebenarnya wajar dan tidak ada yang salah dari pertimbangan diatas. Tapi, pernahkah Hokkers memikirkan betapa repotnya proses penjualan properti jika tanpa menggunakan jasa profesional?

Sebelum Hokkers melangkah lebih jauh, yuk simak keuntungan dan kekurangan menggunakan jasa agen berikut ini.

Keuntungan Menggunakan Jasa Agen Properti

1. Harga Jual Rumah Sesuai Pasaran

Harga adalah salah satu elemen penting dalam menjual rumah. Seringkali harga yang kita ingin jual terlalu tinggi sehingga aset yang dijual tidak kunjung laku atau malah laku terlalu murah. Sehingga, pembeli properti yang akan mendapatkan keuntungan cukup banyak dari properti Hokkers. Dengan menggunakan jasa maketing profesional maka harga properti yang akan Hokkers jual sesuai dengan pasaran di daerah tersebut. Setiap agen tentunya sudah melakukan Competitive Market Analysis (CMA) sebelum melakukan pemasaran pada properti Hokkers.

Competitive Market Analysis (CMA) adalah sebuah proses dimana sebelum agen menawarkan aset milik Hokkers kepada calon pembeli, agen wajib melakukan komparasi harga pada properti milik orang lain yang memiliki luas yang mirip dan berlokasi di daerah yang sama.  Komparasi tersebut dilakukan kepada 2-5 properti milik orang lain yang juga ditawarkan kepada pembeli. Hal ini untuk melakukan appraisal akan nilai harga jual properti yang akan ditawarkan. Marketing properti Hokkers akan memastikan properti Hokkers dijual sesuai dengan harga pasaran yang wajar sehingga tidak overpriced atau terlalu mahal, dan juga tidak under-priced atau terlalu murah.

2. Kemungkinan Terjual Lebih Cepat

Setiap agen memiliki database calon pembeli potensial. Hal ini tentu menjadi suatu langkah yang efektif karena properti Hokkers akan ditawarkan kepada calon pembeli yang potensial sehingga tidak membuang waktu dan energi dalam menawarkan properti Hokkers. Selain itu tenaga pemasar alias agen biasanya juga akan memasarkan properti ke berbagai marketing channel baik offline maupun online sehingga tidak perlu khawatir properti Hokkers tidak laku (worry free).

3. Terima Beres (Praktis dan Efisien)

Saat Hokkers bekerjasama dengan agen dalam menjual properti Hokkers, maka setiap proses negosiasi dan showing unit sudah dilakukan oleh agen. Waktu Hokkers tidak terganggu dengan adanya beberapa telepon masuk untuk tanya jawab seputar properti yang dijual serta tidak perlu jauh-jauh ke lokasi untuk showing unit karena semuanya sudah di handle oleh agen kepercayaan Hokkers. Hokkers dapat menggunakan waktu luang Hokkers untuk berkumpul bersama keluarga atau hangout bersama teman untuk refreshing.

4. Jaminan Legalitas Transaksi Jual Beli Properti

Dalam transaksi jual beli terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar dapat dilakukan proses balik nama dari pemilik lama ke pemilik baru, diantaranya Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau Sertifikat Hak Milik (SHM), Akta Jual Beli (AJB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jika belum melakukan AJB, pemilik wajib memberikan bukti Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB) disertai oleh Surat Keterangan Lunas dari developer serta bukti pelunasan biaya admin dan lainnya.

Dengan menggunakan jasa profesonal yang terpercaya maka Hokkers tidak perlu khawatir, mengenai legalitas tersebut karena agen akan melakukan pengecekan keabsahan dokumen-dokumen tersebut untuk menjamin legalitasnya, sehingga membuat konsumen merasa aman dan nyaman untuk membeli properti idamannya.

Jika Hokkers melihat beberapa keuntungan diatas, mungkin Hokkers akan berpikir bahwa segalanya akan lebih mudah jika bekerjasama dengan agen. Namun, kita tetap harus selektif dalam memilih agen yang akan menjualkan properti milik kita. Cari tahu dulu track record perusahaan yang menaunginya melalui media sosial atau referensi dari rekan Hokkers. Hal ini untuk menghindarkan Hokkers dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kelemahan Menggunakan Jasa Agen Properti

1. Harus Memberi Komisi kepada Agen Properti

Melihat banyaknya keuntungan menggunakan jasa profesional tentu sebanding dengan besaran komisi yang harus Hokkers bayarkan, setelah properti Hokkers terjual. Sebenarnya, tidak ada kerugian yang signifikan dalam hal ini karena waktu dan energi Hokkers digantikan oleh agen properti. Maka harus ada timbal balik positif dari setiap kemudahan yang Hokkers terima. Hanya saja besaran komisi sebesar 2-5% untuk setiap transaksi jual beli dan komisi sebesar 5-8% untuk transaksi sewa menyewa yang kerap memberatkan Hokkers terutama di saat Hokkers sedang BU alias butuh uang.

Di Hokki Star, setiap agen dilatih dalam bernegosiasi. Dengan menggunakan jasa agen yang terampil dalam bernegosiasi, diharapkan aset milik Hokkers bisa terjual dengan harga maksimal. Dengan nilai yang cukup tinggi tersebut, maka komisi yang Hokkers berikan seharusnya tidak menjadi masalah.

2. Kompetensi Agen Properti Berbeda-beda 

Hokkers harus selektif dalam memilih agen karena setiap agen properti memiliki spesialisasinya masing-masing. Ada yang spesialis di daerah tertentu atau spesialis pada jenis properti tertentu. Apabila properti yang akan Hokkers jual di luar dari spesialisasi tenaga pemasar tersebut, maka hal ini akan mempengaruhi performa penjualan aset milik Hokkers.

3. Kesibukan Agen

Sebagai agen tentu tidak hanya memasarkan properti Hokkers saja. Setiap agen memiliki listing properti yang jumlahnya tidak sedikit, terkadang mereka tidak fokus dalam menjual properti Hokkers. Lakukan follow up secara rutin pada agen tersebut sehingga terbangun sebuah relasi yang baik, dan agen properti tersebut lebih fokus menjual properti Hokkers.

Di Hokki Star kesibukan yang dikhawatirkan tidak akan terjadi. Mengapa? Karena seorang agen properti di Hokki Star memiliki spesialisasinya masing-masing. Maka, para agen kami hanya akan melakukan listing yang sesuai dengan keahliannya atau melakukan co-broke dengan agen lain di Hokki Star yang lebih ahli dibidangnya. Hal ini agar para agen properti lebih fokus dalam menangani klien-klien kami.

4. Bisa Melakukan Fraud

Memilih agen terpercaya memang tidak mudah. Banyak agen yang tidak profesional dan cenderung hanya menginginkan sesuatu dari Hokkers tanpa adanya keseriusan dalam menjual properti. Maka dari itu, Hokkers harus selektif dalam memilih agen. Pastikan agen tersebut berasal dari real estate agent yang jelas serta tercatat secara resmi sebagai anggota organisasi profesi yang keberadaannya diakui oleh pemerintah yakni Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI).

Mau menitip properti Hokkers untuk disewakan ataupun untuk dijual? Hubungi kami!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?