hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Langkah Jadi Agen Properti Sukses

Agen Properti

Langkah Jadi Agen Properti Sukses

Pastinya ada ketakutan saat pertama kali terjun ke dunia properti. Apakah bisa jadi agen properti yang sukses? Ketekunan dan kemampuan pemasaran tentunya jadi modal awal yang paling penting untuk memulai karier di bidang properti. Tapi, bagi pemula ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum terjun ke dalamnya. Setelah menjadi seorang agen properti pun, masih ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan.

Kebanyakan masyarakat modern saat ini lebih sering menggunakan listing properti online untuk mencari rumah idaman, jadi seorang agen properti juga harus up to date dengan tren dan pasaran. Nah, beberapa poin ini akan membantu Hokkers sebagai langkah awal menjadi agen properti dan mendorong kesuksesan di masa mendatang.

1. Dapatkan Izin

Sejak akhir tahun 2015 lalu, AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) terus menggiatkan lisensi bagi para agen properti melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti. Dengan memiliki sertifikat/lisensi, maka agen properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker.

Ada tiga jenis skema sertifikasi profesi yang diselenggarakan, yakni Broker Properti, Manajemen Broker Properti, dan Manajemen Properti dan Investasi. Masing-masing memiliki persyaratan dan proses yang berbeda-beda. Hokkers juga bisa datang langsung ke Sekretariat LSP Broker Properti di Jl Jambu No. 2, Menteng, Jakarta Pusat (Telp: 021-3909913). Untuk broker di luar Jakarta dan Pulau Jawa, juga dapat mengajukan sertifikasi secara kolektif.

Keberadaan aturan ini dianggap penting mengingat Indonesia telah membuka peluang untuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan diberlakukan MEA, broker properti asing akan mudah masuk ke Indonesia, sehingga persaingan antar broker pun akan semakin ketat.

2. Cari Kantor Agen Properti

Langkah yang kedua ini sebenarnya adalah opsi. Hokkers bisa memilih antara menjadi agen properti perorangan/individual atau tergabung dalam sebuah badan usaha. Bila memilih opsi kedua, maka carilah perusahaan agen properti yang memiliki reputasi bagus dan terpercaya. Cara mudahnya adalah dengan memeriksa kredibilitas perusahaan tersebut melalui ulasan di media sosial atau blog.

Hokkers bisa juga meminta saran dari kerabat yang memahami seluk beluk sejumlah agen pemasaran properti. Lalu, lihat apakah kantor broker tersebut tengah membuka lowongan untuk sales. Saat sudah menemukannya, ini waktunya Hokkers untuk mengajukan lamaran. Beruntung bila Hokkers diberi kesempatan untuk walk-in interview, karena Hokkers bisa langsung bertanya seputar profil perusahaan.

Sebagai bahan pertimbangan, jangan lupa tanyakan empat hal ini kepada bagian personalia;

  1. Apakah perusahaan memberi kursus tambahan kepada karyawan atau agen properti?
  2. Apakah ada pendamping yang siap mengajarkan saya?
  3. Haruskah menerapkan gaya khas perusahaan saat berkomunikasi dengan klien?
  4. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan komisi?

Keuntungan menjadi bagian dari agensi properti adalah Hokkers bisa mendapatkan bimbingan dari senior dan database klien yang bisa Hokkers kembangkan sendiri.

3. Siapkan Anggaran

Anggaran ini dibutuhkan untuk mempersiapkan diri. Minimal dibutuhkan dana awal sekitar Rp1 juta untuk membuat kartu nama, menjadi member berbayar di website properti terdepan, atau mungkin mendaftar sebagai anggota di portal AgentNet.

Belum lagi untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas, Hokkers sebaiknya mengikuti berbagai kursus atau seminar yang mengupas tuntas dunia properti. Meski harus mengeluarkan sejumlah uang, akan tetapi informasi yang didapat mampu memperkaya diri sekaligus modal berjualan.

4. Membangun Relasi dan Portofolio

Metode terbaik untuk membangun portofolio ada dua: mencari mentor dan menggunakan jaringan pribadi. Barbara Kennon, dari National Association of Realtors, mengungkapkan bahwa menemukan mentor yang tepat sangat perlu khususnya bagi agen properti pemula.

Mereka tentu mampu memandu Hokkers dalam melakukan proses jual beli properti hingga cara cepat mendapatkan klien. Sedangkan metode yang kedua bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan orang terdekat Hokkers. Hubungi kerabat yang tengah berencana menjual rumah, tanah, atau apartemennya, dan tawarkan mereka untuk menggunakan jasa Hokkers sebagai agen properti.

Ada baiknya Hokkers juga menentukan spesialisasi Hokkers dan berfokus pada satu bidang secara mendalam, misalnya sustainable building. Dengan demikian, Hokkers akan menjadi ahli bagi klien yang mencari properti jenis ini.

5. Jadi Agen Properti Sukses Harus Aktif di Media Sosial

Langkah berikut ini tentu tak membutuhkan modal besar, hanya memerlukan kuota internet di ponsel pintar Hokkers. Jejaring sosial yang bisa digunakan untuk memasarkan listing properti Hokkers meliputi Facebook, Twitter, atau bahkan Path. Manfaatkan pertemanan Hokkers di media sosial untuk menjangkau lebih banyak orang.

6. Perluas Pengetahuan

Sebagai agen properti, terkadang Hokkers juga dituntut untuk menjadi konsultan bagi calon pembeli. Karena itulah, penting untuk menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya agar Hokkers juga bisa memberikan informasi yang tepat dan lengkap untuk klien. Dengan ilmu, tentunya Hokkers juga menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai isu yang dapat muncul dalam pekerjaan, selalu up to date dengan tren terbaru, dan paling penting membuka kesempatan ke jenjang karier yang lebih tinggi.

Ada banyak cara untuk melakukannya. Cari seminar dan workshop dengan topik yang ingin Hokkers dalami. Jika perusahaan Hokkers menyediakan kursus untuk agen properti di bawah naungannya, itu lebih bagus lagi. Bacalah buku-buku dari tokoh-tokoh inspiratif di bidang properti, seperti The Millionaire Real Estate Agent karya Gary Keller atau The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing karya Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA. Perbanyak diskusi dengan senior-senior Hokkers. Tak kalah penting, tingkatkan jam terbang karena pengalaman adalah guru terbaik.

7. Bangun Citra yang Profesional

Sebagai broker properti, Hokkers akan bertemu banyak orang, sehingga citra yang profesional sangatlah penting. Citra yang bagus akan menjadi modal bagi Hokkers untuk mendapatkan lebih banyak klien. Dilansir dari investopedia.com, berikut ini beberapa hal yang perlu Hokkers perhatikan untuk membangun image Hokkers:

  • Penampilan yang rapi. Rambut, pakaian, aksesori atau make up yang pantas dan tidak berlebihan. Hindari parfum yang menyengat atau pakaian yang terlalu terbuka.
  • Dalam meeting tatap muka, lakukan kontak mata dan gestur tubuh yang positif. Bersikaplah ramah dan penuh perhatian.
  • Materi pemasaran dan periklanan yang berkualitas, mulai dari foto properti yang akurat, teks yang menarik dan bebas kesalahan.
  • Saat bicara melalui telepon, pastikan Hokkers terdengar jelas dan sopan.
  • Bangun tampilan website serta media sosial yang menarik dan informatif.
  • Dalam komunikasi tertulis, seperti surat, email, atau chat, harus dibuat dengan sebaik mungkin dengan menghindari kesalahan eja atau penulisan.

8. Pasang Listing Properti di Media Online

Di dunia digital yang semakin maju, penting bagi seorang agen properti untuk mengikuti tren teknologi terbaru. Berdasarkan laporan National Association of Realtors di tahun 2019 tentang bisnis properti di dunia digital, lebih dari 90% perusahaan real estate memiliki website, dan fitur yang paling sering digunakan adalah listing properti.

Listing properti online akan menjangkau lebih banyak calon pembeli. Contohnya, semua orang bisa mendapatkan listing rumah idaman dengan sangat mudah melalui website seperti HokkiStar.com.

9. Bergabung dengan Asosiasi Agen Properti yang Sukses

Di Indonesia sudah ada AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) yang menaungi lebih dari 500 perusahaan broker real estate. AREBI sudah berdiri sejak 1992 dan menjadi garda depan yang memastikan perusahaan properti Indonesia mengikuti kode etik yang telah ditentukan dan menjalankan usaha dengan jujur.

Sebagai anggota asosiasi atau perusahaan yang bergabung dengan asosiasi ini, tentunya akan meningkatkan kredibilitas Hokkers sebagai agen properti dan membantu branding Hokkers di hadapan klien.

Nah, itulah sejumlah hal yang perlu Hokkers ketahui untuk memulai karier sebagai agen properti. Ingat, yang paling penting, Hokkers harus memiliki keuletan dan ketekunan untuk memulai. Seiring berjalannya waktu, perbanyak jam terbang dan pengalaman Hokkers untuk menambah kredibilitas.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?