hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Pertanyaan Penting terkait Asuransi Properti

Pertanyaan Penting terkait Asuransi Properti

Asuransi properti menjadi aspek krusial yang tak bisa diabaikan dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sebagian besar lembaga perbankan memiliki kebijakan menjadikan asuransi sebagai syarat wajib pengajuan kredit pemilikan rumah. Karena itu, premi asuransi biasanya tergolong sebagai salah satu biaya lainnya dalam pengajuan KPR.

Meski begitu, jangan pernah menganggap bahwa biaya asuransi merupakan beban tambahan. Sebab, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan menjadi peserta asuransi kredit. Berikut kami hadirkan delapan pertanyaan yang perlu Hokkers ketahui mengenai Asuransi properti.

Mengapa Asuransi Wajib dalam Pengajuan KPR? 

Sifat dasar asuransi adalah untuk melindungi pemegang polis dari kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh hal-hal tak terduga. Perihal kepentingan asuransi dalam pengajuan KPR, sejatinya tidak hanya berperan untuk melindungi debitur sebagai pemegang polis.

Lebih dari itu, ini juga melindungi bank sebagai pihak kreditur. Bagi bank, mewajibkan asuransi dalam perjanjian kredit seperti KPR merupakan langkah preventif untuk mencegah risiko kerugian finansial, lantaran ketidakmampuan debitur melunasi utangnya. Misalnya karena debitur meninggal dunia, mengalami sakit keras, atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Karena itu, Asuransi properti dapat diartikan sebagai pengendalian risiko yang sifatnya melindungi debitur dan bank sebagai kreditur.

Apa Saja Jenis-Jenis Asuransi properti?

Secara umum, ada tiga jenis asuransi yang ditawarkan bank kepada calon debitur yang ingin mengajukan KPR, di antaranya:

– Asuransi Jiwa

Ini adalah jenis perlindungan yang diberikan kepada debitur yang meninggal dunia sebelum cicilan KPR-nya lunas. Nantinya, beban sisa utang dari debitur yang meninggal akan dialihkan kepada perusahaan asuransi. Dengan kata lain, sisa utang debitur atau pemegang polis yang meninggal akan dilunasi oleh perusahaan asuransi.

– Asuransi Sakit Keras (Critical Illness Plan)

Cara kerja jenis asuransi ini sebenarnya mirip dengan asuransi jiwa. Namun sifatnya lebih spesifik, sebab ditujukan sebagai perlindungan bagi debitur yang tidak mampu lagi melunasi cicilan KPR karena sakit keras atau mengalami musibah yang menyebabkan cacat tubuh. Pada prosesnya, pihak asuransi akan memberi sejumlah uang kepada pemegang polis atau debitur yang mengalami dua kondisi tersebut, untuk melunasi sisa KPR ke bank.

– Asuransi Rumah

Ini adalah jenis perlindungan bagi rumah atau banguanan yang dibeli. Tujuannya untuk menghindari risiko kerugian finansial akibat musibah pada rumah karena bencana alam atau kebakaran. Nantinya, pihak asuransi akan menanggung semua kerugian finansial akibat musibah tersebut. Premi yang diberikan bisa berupa pemberian uang untuk perbaikan rumah, atau penggantian biaya perbaikan rumah.

Apa Manfaat Asuransi properti? 

Pada dasarnya, asuransi merupakan langkah preventif untuk menghindari kerugian karena hal-hal tak terduga atau tidak diinginkan. Misalnya asuransi jiwa, manfaat besarnya akan dirasakan oleh keluarga atau ahli waris debitur sebelum utang KPR lunas. Jadi mereka tidak harus menanggung beban melunasi sisa cicilan ke bank, sebab semua beban telah telah dialihkan kepada pihak asuransi.

Berbeda cerita bila debitur yang meninggal tidak memiliki asuransi jiwa KPR, tetapi masih memiliki kewajiban membayar cicilan. Tanggung jawab melunasi utang akan dilimpahkan kepada keluarga atau ahli waris. Hal yang tentunya memberatkan, apalagi jika debitur adalah tulang punggung keluarga. Begitu pula dengan asuransi sakit keras atau critical illness plan. 

Manfaat dari asuransi ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga, termasuk juga pemegang polis. Adapun manfaat lain Asuransi properti adalah, tentu agar Hokkers terhindar dari kerugian finansial karena harus memperbaiki rumah yang rusak akibat bencana alam maupun kebakaran.

Berapa Biaya Asuransi properti?

Setiap bank memiliki ketetapan berbeda terkait tarif premi Asuransi properti, tetapi besar-kecil premi akan ditentukan dengan usia debitur. Debitur yang berusia 25 tahun, besaran preminya akan lebih kecil dari debitur yang berusia 45 tahun, meski harga rumah yang dibeli sama. Hal ini bukan tanpa alasan, seiring bertambahnya usia maka semakin banyak pula risiko tertanggungnya cicilan KPR.

Selain itu, besaran premi ditentukan pula oleh jenis produk asuransi yang ditawarkan. Umumnya bank menawarkan sejumlah paket asuransi kepada debitur. Lalu, premi Asuransi properti dibayarkan satu kali dalam proses akad kredit.

Bagaimana Prosedur Klaim Asuransi Jiwa KPR Bila Pengajuan Dilakukan Secara Joint Income?

Dalam kasus ini, ada dua pilihan klaim yang bisa diambil debitur. Pertama adalah first to die, artinya sisa cicilan KPR akan dilunasi pihak asuransi jika salah satu dari suami atau istri meninggal terlebih dahulu. Kedua adalah the last survivor, artinya cicilan KPR yang tersisa akan dilunasi pihak asuransi bila kedua pasangan suami-istri tersebut meninggal dunia.

Bisakah Premi Asuransi properti Diuangkan?

Ada kemungkinan Hokkers bisa mendapatkan refund, mencarikan atau menguangkan premi asuransi. Terlebih, jika Hokkers melunasi KPR sebelum berakhirnya masa kredit. Namun, pertanyaan ini sebaiknya ditanyakan juga kepada pihak bank. Pasalnya beberapa sumber mengatakan, tidak semua jenis asuransi memiliki fitur refund ketika cicilan KPR lunas.

Bagaimana Cara Klaim Asuransi Rumah KPR? 

  1. Hal pertama yang harus dilakukan, tentu melapor kepada pihak asuransi terkait musibah yang dialami. Laporan dibuat secara tertulis, menerangkan berbagi detail terkait kejadian dan kerusakan yang ditimbulkan.
  2. Selanjutnya, menyiapkan dokumen pendukung, salah satunya formulir data diri dan informasi umum terkait kerusakan dan lain sebagainya. Informasi lengkapnya bisa dilihat di laman resmi perusahaan asuransi yang menaungimu.
  3. Ceritakan kronologi kejadian secara lengkap, mulai dari tanggal hingga lokasi kerusakan secara rinci dan jelas. Lengkapi pula dengan foto atau video.
  4. Nantinya, pihak asuransi akan melakukan verifikasi terhadap laporanmu. Verifikasi bisa dilakukan dengan wawancara atau pengecekan data secara rinci.

Berapa Lama Proses Klaim Asuransi properti?

Durasi pencairan tergantung jenis klaim asuransi yang Hokkers ajukan. Namun untuk asuransi rumah, biasanya klaim membutuhkan waktu mulai dari 1 hingga 2 minggu. Pada prosesnya, pihak asuransi akan mentransfer uang untuk mengganti kerugian kerusakan rumah yang diakibatkan bencana alam.

Adapun untuk klaim asuransi rumah yang diakibatkan kebakaran, prosesnya bisa memakan waktu hingga 30 hari.  Itulah delapan pertanyaan yang perlu Hokkers ketahui tentang Asuransi properti. Semoga informasi ini membuatmu tidak lagi ragu mengikuti program asuransi ketika mengajukan KPR, ya. Jangan lupa, temukan rekomendasi perumahan terbaik dengan harga kompetitif bersama kami.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?