hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Pertimbangan Beli Apartemen

jual beli apartemen Bassura City (picture by Freepic)

Pertimbangan Beli Apartemen

Beli apartemen seperti semua properti lainnya diperlukan pertimbangan dari berbagai aspek. Bukan hanya sebatas harga murah atau mahal, namun pertimbangan lokasi, fasilitas, hingga keamanan menjadi faktor penting untuk menentukan hunian apartemen yang tepat dengan anda. Faktor-faktor tersebut sangat perlu diperhatikan agar anda tidak menyesal dikemudian hari.

Memang banyak keuntungan tinggal di apartemen yang menjadikan Hokkers gelap mata, sehingga lalai mengecek aspek penting lainnya. Mungkin Hokkers akan mendapatkan fasilitas penunjang gaya hidup yang lengkap, lokasi yang dekat dengan tempat kerja, hingga pemandangan kota jika tinggal di apartemen. Namun, perlu diingat sebelum memutuskan membeli unit, cek terlebih dahulu cara beli apartemen yang akan dijelaskan pada poin-poin di bawah.

Tahap berikutnya setelah Hokkers mengetahui kebutuhan dan tujuan dari membeli apartemen, kini saatnya memperhatikan berbagai cara beli apartemen. Di bawah ini akan dijelaskan beragam cara beli apartemen yang sebaiknya Hokkers perhatikan sebelum mengambil keputusan. Terdapat 15 cara beli apartemen yang masing-masing berhubungan dengan lokasi, biaya, hingga kondisi lingkungan. Berikut ini penjelasannya.

  1. Cek Lokasi Apartemen

Baik beli rumah atau apartemen, lokasi selalu menjadi poin penting. Pastikan Hokkers beli apartemen yang memiliki prospek bagus berdasarkan lokasinya. Cari tahu juga apakah apartemen yang hendak dibeli banjir peminat atau tidak. Biasanya apartemen yang memiliki lokasi yang bagus diminati banyak calon pembeli.

Jika Hokkers tidak mau terjebak kemacetan dan menghabiskan waktu di jalanan berjam-jam ketika berangkat kerja, Sebaiknya pilih apartemen yang lokasinya dekat dengan kantor. Atau mungkin pilih apartemen dekat pusat perbelanjaan dan tempat makan.

  1. Periksa Status Lahan

Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah status lahannya. Apakah residensial atau komersial. Apabila status tanahnya masuk golongan komersial, maka nilai taksiran dan tagihan biaya-biaya untuk keperluan seperti listrik, air, kebersihan, akan lebih tinggi dibanding yang berstatus residensial.

Selain itu, penting untuk mengetahui jenis sertifikat yang melekat pada tanah maupun bangunan. Karena berbeda jenis sertifikat akan mempengaruhi hak kepemilikan akan unit apartemen. Biasanya pada apartemen, sertifikat yang dimiliki adalah Hak Guna Bangunan (HGB) yang memiliki jangka waktu HGB yang perlu diperbaharui.

  1. Perhatikan Fasilitas dan Fitur yang Ditawarkan

Gali informasi seputar fasilitas apa yang ditawarkan dalam unit apartemen maupun fasilitas pendukung di sekitar apartemen. Pastikan fasilitas-fasilitas yang disediakan bisa memenuhi tujuan dan kebutuhan Hokkers.

Untuk mengetahui fasilitas yang ditawarkan, Hokkers bisa mengunjungi secara langsung unit apartemen yang akan dibeli. Jika unit apartemen dalam status pembangunan, Hokkers bisa cari tahu melalui brosur yang ditawarkan maupun bertanya secara langsung melalui staff pemasaran terkait.

  1. Buat Perbandingan Harga Apartemen

Jangan terburu-buru mengambil keputusan ketika Hokkers akan membeli sebuah properti baik rumah maupun apartemen. Seperti yang kita ketahui, membeli sebuah properti bisa saja menjadi salah satu keputusan besar yang dampaknya cukup panjang. Salah satu pertimbangan beli apartemen yang perlu dilakukan adalah membandingkan harga apartemen.

Hokkers bisa membandingkan harga apartemen dengan unit yang memiliki lokasi serupa dengan spesifikasi serupa pula. Contoh cara membandingkan adalah, jika Hokkers ingin membeli apartemen dengan tipe studio, bandingkanlah dengan jenis unit yang sama.

Dengan harga yang Hokkers bayarkan, seberapa banyak keuntungan yang didapat dari beberapa pilihan. Pertimbangan beli apartemen dengan membandingkan harga bisa juga dilakukan dengan membandingkan spesifikasi material apartemen, fasilitas, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi.

  1. Perhatikan Usia Bangunan Apartemen

Usia bangunan apartemen menjadi pertimbangan beli apartemen yang cukup vital apabila Hokkers berencana untuk membeli apartemen seken. Unit apartemen yang memiliki usia cukup tua biasanya memerlukan biaya perawatan yang nilainya cukup besar jika dibandingkan dengan bangunan baru.

Dengan alasan tersebut, sebaiknya Hokkers cukup teliti saat pertimbangan beli apartemen yang memiliki usia tua. Hokkers harus bisa mengecek mulai dari kondisi unit apartemen, hingga fasilitas publik pendukung seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya.

  1. Siapkan Biaya Booking Fee

Sebagai penanda proses jual beli unit apartemen, biasanya biaya pertama yang dikeluarkan adalah biaya booking fee yang dibayarkan kepada pihak developer. Besaran biaya booking fee biasanya cukup beragam mengikuti kebijakan masing-masing developer.

Biaya yang telah dibayarkan ini, biasanya tidak dapat dikembalikan apabila Hokkers membatalkan pembelian unit apartemen. Sebaliknya jika pembelian dilanjutkan, biasanya biaya booking fee akan mengurangi harga total dari unit apartemen.

  1. Perhatikan Biaya KPA dan PPJB

Dalam proses jual beli apartemen, pembeli dapat melunasi unit apartemen dengan berbagai cara pelunasan. Yang paling umum terdapat dua cara yaitu pembayaran secara cash keras atau kredit. Fasilitas pembayaran kredit ini biasanya disebut dengan KPA atau Kredit Pemilikan Apartemen.

KPA disediakan oleh Bank yang biasanya telah bekerjasama dengan developer apartemen. Dalam proses pengajuan KPA terdapat biaya-biaya yang nantinya harus dikeluarkan sampai KPA disetujui oleh Bank. Biaya tersebut meliputi biaya administrasi, provisi, asuransi rumah dan jiwa, hingga notaris.

Setelah pengajuan KPA disetujui Hokkers selanjutnya diharuskan mengurus PPJB atau Perjanjian Perikatan Jual Beli, antara pembeli dan developer. Perjanjian ini dibuat untuk mengikat kedua belah pihak sebagai bukti pembelian unit apartemen.

  1. Siapkan Dana untuk Biaya AJB dan Pengurusan

AJB atau Akta Jual Beli adalah dokumen yang menyatakan proses jual beli yang menerangkan pembeli membeli sebuah unit apartemen dari developer secara legal dibawah saksi yaitu notaris. Akta Jual Beli sendiri merupakan salah satu dokumen yang diperlukan untuk pengurusan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun.

  1. Pertimbangkan Biaya Perawatan dan Lain-lainnya

Umumnya jika Hokkers menempati apartemen, biaya pemeliharaan akan dikenakan pada setiap unit yang dibayarkan per bulan, per tiga bulan atau per tahun. Biaya tersebut dipergunakan untuk perbaikan gedung atau renovasi. Biaya pemeliharaan ini bisa lebih mahal jika usia bangunan sudah tua. Dan ada kemungkinan biayanya selalu naik per tahun.

Biaya pemeliharaan gedung meliputi iuran pemeliharaan lingkungan (IPL), biaya servis, biaya listrik, air, parkir, dan pemeliharaan saluran pembuangan dapur dan sampah (sinking fund). Ada juga apartemen yang memasukkan TV kabel dalam biaya pemeliharaan.

Pada dasarnya penetapan besaran biaya pemeliharaan berdasarkan luas apartemennya. Misalnya, Hokkers tinggal di apartemen berukuran 30m² dan biaya pemeliharaan apartemen Hokkers Rp20.000/ m², maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp20.000 x 30m² = Rp600.000

  1. Perhatikan Area Parkir

Pertimbangkan juga tempat parkir. Mayoritas apartemen hanya memberikan satu lahan parkir untuk menampung satu mobil per unit. Jika Hokkers memiliki lebih dari dua mobil maka siap-siap mengeluarkan dana ekstra untuk menyewa lahan parkir.

Cari tahu apakah area parkirnya berada dalam penanganan keamanan yang ketat atau tidak? Adakah petugas sekuriti yang menjaga area parkir selama 24 jam? Sebaiknya, pilih unit parkir yang berdekatan dengan lift jika tinggal bersama anak atau orang tua Hokkers.

  1. Perhatikan Fasilitas

Ada banyak apartemen yang menawarkan fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, taman bermain anak hingga ruang serbaguna untuk menunjang berbagai kebutuhan penggunanya. Meski demikian, jika Hokkers membeli properti subsale akan sangat bijaksana untuk memeriksa setiap kondisi fasilitas-fasilitas yang tersedia. Hokkers tidak mau membayar biaya keanggotaan di pusat kebugaran jika alat-alatnya banyak yang rusak, bukan?

  1. Pertimbangkan Asuransi

Apartemen yang Hokkers beli biasanya memang sudah diasuransikan oleh pihak pengembang. Namun untuk perlengkapan dan peralatan Hokkers di dalam unit apartemen harus diasuransikan sendiri karena bukan tanggung jawab pihak pengembang.

Hokkers bisa mencari asuransi apartemen yang memproteksi keseluruhan unit dan isinya. Pun jika terjadi kebakaran pada unit tetangga dan Hokkers terkena dampaknya, bisa diproteksi secara keseluruhan.

  1. Pertimbangkan Pemandangan

Jika tujuan membeli apartemen untuk dijadikan investasi maka pilihlah yang bisa menyuguhkan pemandangan indah dari balkon. Harga jualnya bisa lebih tinggi jutaan rupiah, loh! Bayangkan jika saat terbangun dari apartemen disambut tugu Monas atau kelap-kelip lampu di sekitar patung Bundaran HI dari jendela balkon. Siapa yang tidak tertarik?

Bila Hokkers memilih untuk membeli puncak teratas dari apartemen agar puas menikmati pemandangan kota maka pastikan material jendela terbuat dari bahan yang kokoh. Framenya juga harus terbuat dari material yang tahan lama dan mampu menahan beban angin.

  1. Perhatikan Keamanan

Pertimbangan beli apartemen berikutnya adalah perhatikan juga soal keamanannya. Terlebih jika Hokkers berniat menempatinya bersama keluarga kecil Hokkers. Hal-hal yang harus Hokkers tanyakan pada pihak penjual adalah apakah apartemen selalu dijaga dengan ketat?

Ada berapa banyak petugas sekuriti yang berpatroli setiap harinya? Apakah mereka berjaga selama 24 jam? Bila Hokkers pernah mendengar terjadi pencurian atau perampokan di apartemen maupun kawasan sekitarnya maka hindari untuk membelinya.

Lokasi lantai juga perlu dipertimbangkan. Jika punya anak atau tinggal bersama lansia, pilih unit di lantai rendah agar keamanan dan kenyamanan mereka tetap terjaga. Jika lift sedang bermasalah, naik tangga darurat pun jadi tidak terlalu berat.

  1. Perhatikan Kepadatan

Hindari membeli apartemen yang penghuninya padat. Kepadatan ini bisa menimbulkan antrian lift yang terlalu lama, susah mencari lahan parkir, dan macet saat mau keluar masuk apartemen. Di samping itu hunian yang terlalu padat memacu timbulnya kebisingan.

Jadi membeli apartemen sama halnya dengan properti lainnya. Baik untuk investasi atau ditempati sendiri, ada hal-hal pertimbangan beli apartemen yang perlu diperhatikan. Semua hal ini dilakukan agar memperoleh tempat tinggal yang nyaman dan aman, bukan?

Jadi, mau beli apartemen? Hubungi kami ya!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?