hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Suka Duka Tinggal di Apartemen

Apartemen

Suka Duka Tinggal di Apartemen

Sebagai penduduk yang tinggal di kota besar, merasakan suka duka tinggal di apartemen adalah pengalaman yang cukup seru. Pasalnya, tinggal di apartemen terkadang lebih baik dari rumah, khususnya bagi kaum muda dan yang sedang ingin belajar hidup mandiri.

Apartemen yang banyak berdiri saat ini bahkan sangat mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari desain apartemen yang simple dan minimalis, hingga lokasinya yang strategis. Belum lagi mendapatkan bonus, ketika kita tinggal di lantai atas, karena bisa melihat pemandangan kota yang memukau di malam hari.

Meskipun begitu, Hokkers yang terbiasa tinggal di rumah mungkin ingin mengetahui seperti apa sih suka duka tinggal di apartemen? Atau mungkin di masa depan nanti, Hokkers sangat ingin memiliki apartemen sendiri agar bisa mendekorasinya supaya lebih bagus.

Jika memang sebagian orang yang menetap di sana merasakan suka duka tinggal di apartemen, Apakah benar mereka lebih banyak merasakan dukanya?

Memilih tinggal di Apartemen untuk saat ini, tentunya karena beberapa pertimbangan. Jika kita melihat iklan-iklan di internet ada banyak penyewaan hingga penjualan apartemen dengan berbagai keunggulannya. Salah satu hal yang kita pertimbangkan mungkin karena apartemennya bagus dan minimalis karena merupakan bangunan baru. Selain itu, di dalam apartemennya sudah didekorasi dengan baik dan cantik, sehingga bagus untuk foto-foto dan upload di Instagram. Di dalam hidup ini segala sesuatunya memang harus seimbang, Jika ada sukanya maka pasti ada dukanya juga, khususnya saat memilih tinggal di apartemen. Apa saja suka duka tinggal di Apartemen dan benarkah lebih banyak dukanya?  Berikut ulasannya:

#1. Sabar dengan Lift dan Tangga Darurat

Apartemen identik dengan ruangan yang bertingkat, sehingga untuk melewati ruangan demi ruangan harus menggunakan lift yang tersedia. Naik lift menuju apartemen Hokkers mungkin lebih cepat dibandingkan naik tangga darurat. Namun, Hokkers harus bisa lebih bersabar.

Alasannya, Jika para penghuni apartemen sedang melakukan aktivitasnya, seperti pergi ke kantor atau kuliah, Maka lift biasanya akan penuh dan kita harus lebih bersabar untuk menunggu lift kosong. Dalam kondisi yang sedang penuh ini, Mungkin saja Hokkers akan lebih terlambat pergi ke kantor. Jika memilih tangga darurat, Sepertinya akan lebih memakan waktu banyak. Selain itu, Hokkers juga akan kehilangan banyak energi sebelum tiba di kantor.

#2. Bertemu Lorong dan Dinding

Bagi Hokkers yang terbiasa tinggal di rumah, Pemandangan halaman dengan banyak tanaman dari jendela kamar akan menjadi hal yang menyenangkan. Namun, Jika hidup di apartemen hal tersebut tidak bisa Hokkers temukan. Inilah suka duka hidup di apartemen, Di mana Hokkers hanya akan melihat lorong dan dinding sepanjang perjalanan menuju apartemen Hokkers. Jika malam tiba, para penghuni apartemen juga akan menghabiskan waktu di dalam ruangannya, Lorong ini mungkin akan tampak sepi dari biasanya.

Selain itu, dengan lorong yang lebarnya rata-rata 2 meter dengan dinding yang menyertainya akan memberikan kesan pengap ketika melewatinya. Tapi Hokkers tidak usah khawatir, karena lama kelamaan Hokkers akan terbiasa dengan situasi seperti ini.

#3. Menatap Pemandangan Mall Menghilangkan Sepi

Suka duka hidup di apartemen selanjutnya adalah kurangnya bersosialisasi dengan tetangga. Jika tinggal di apartemen, jangan kaget jika Hokkers bahkan tidak kenal dengan tetangga depan kamarmu sendiri. Tingkat individualisme orang-orang yang tinggal di apartemen sangat tinggi. Berbeda dengan saat tinggal di rumah, bahkan Hokkers sering bercerita seru dengan tetangga. Hal ini tidak akan terjadi di lingkungan apartemen.

Jika memang membutuhkan pertolongan atau hendak mencari sesuatu, Pihak Security sekitar apartemenlah yang bisa diandalkan. Saat merasa sendiri, Pemandangan Mall yang indah di luar jendela, bisa menjadi obat yang cukup membantu mengurangi rasa sepi ini.

#4. Panik Saat Terjadi Gempa, Tenang saat Terjadi Banjir

Apa yang terjadi dengan penghuni apartemen jika sedang gempa ya? Mereka tentunya sangat panik, karena tinggal dan berada di ketinggian gedung apartemen. Hal ini tentu menjadi bagian suka duka hidup di apartemen yang Hokkers tidak rasakan jika tinggal di rumah. Meskipun para penghuni apartemen menjadi panik saat ada gempa, Ketika terjadi banjir mereka akan lebih tenang. Pasalnya, ruangan mereka memang berada di lantai atas, sehingga air banjir tidak mudah masuk ke ruangan apartemen mereka.

#5. Lebih Jago saat Harus Memarkir Mobil

Suka duka hidup di apartemen apa lagi ya? Jika kita melihat ke area parkiran sebuah apartemen, Maka sedikit banyak nyali kita agak diuji, terutama ketika harus memarkirkan kendaraan kita. Apartemen memiliki lahan parkir yang tidak terlalu luas dan cukup terbatas. Belum lagi jika penghuni lainnya memiliki mobil lebih dari satu, Hokkers harus berbagi lahan parkir. Dengan kondisi ini Hokkers sepertinya akan lebih mahir memarkirkan kendaraan di apartemen.

Tinggal di rumah atau di apartemen memiliki keseruan tersendiri, namun suka duka hidup di apartemen sepertinya lebih menantang ya dibandingkan tinggal di rumah sendiri.

Mau coba hidup di apartemen? Hubungi kami ya!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?