hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Tips Beli Apartemen Bekas untuk Investasi

apartemen bekas untuk investasi

Tips Beli Apartemen Bekas untuk Investasi

Jika Hokkers ingin berinvestasi properti berupa hunian vertikal dan meraih keuntungan, ada sejumlah tips membeli apartemen bekas yang bisa dilakukan. Investor bisa menikmati berupa rental yield atau sewa unit apartemen setiap bulannya.

Kalau Hokkers membaca sejumlah tips di laman properti, biasanya akan diulas bagaimana membeli apartemen baru. Tidak terlalu banyak yang mengulas untuk membeli apartemen bekas untuk memperoleh keuntungan yang sama.

Padahal apartemen bekas justru bisa lebih menjanjikan untuk memperoleh keuntungan harga dan juga sewa. Bagi Hokkers yang berencana untuk berinvestasi properti, apartemen bekas bisa menjadi pertimbangan. Situs Hokki Star Properti akan mengulas tips membeli apartemen bekas untuk berinvestasi.

Menentukan Lokasi Apartemen 

Sebelum berinvestasi, pastikan lokasi apartemen ada di mana? Seberapa dekat dengan calon penyewa. Lokasi bukan berarti tempat yang strategis, melainkan seberapa mudah untuk dijangkau oleh target market. Sebaiknya, Hokkers membidik apartemen yang dekat kawasan pendidikan, kawasan industri, dan juga kawasan niaga terpadu.

Permintaan Pasar Sudah Ada 

Saat membeli apartemen bekas, pastinya permintaan pasar sudah ada dan sudah terbentuk dengan jelas.  Apalagi kalau apartemen ini sudah berdiri beberapa tahun. Alasannya mudah saja lantaran penyewa sudah ada.

Apartemen yang berada di kawasan pendidikan memiliki pangsa pasar mahasiswa dan mahasiswi. Unit hunian vertikal yang ada di kawasan industri mempunyai target market para pekerja yang berkarier di sana. Begitu juga dengan apartemen yang berada di kawasan bisnis terpadu memiliki captive market para ekspatriat.

Harga Sewa Sudah Diketahui 

Tips membeli apartemen bekas berikutnya adalah berapa harga sewa apartemen di sebuah kawasan? Pertanyaan ini sudah dijawab kalau Hokkers investor pemula. Hokkers harus bertanya kepada investor lain, agen properti, atau menghitungnya sendiri. Ribet banget kan?

Jika Hokkers membeli apartemen bekas, Hokkers hanya perlu bertanya kepada pemilik lama, berapa harga sewa. Hokkers bisa menyewakannya per hari, per minggu, per bulan, atau per tahun tergantung keinginan. Saat mencari calon penyewa, Hokkers sudah mengetahui berapa harga sewa unit hunian vertikal ini. Namun, ingat tidak semua unit apartemen bisa disewakan oleh pemiliknya langsung. Ada pengelola yang diberikan izin.

Memanfaatkan Jasa Agen untuk Beli Apartemen Bekas 

Hal yang paling mudah untuk mencari investasi properti yang akan disewakan adalah menggunakan jasa agen properti. Broker akan mencarikan unit hunian untuk klien. Setelah itu, agen properti juga yang akan mencarikan penyewa unit apartemen. Agen properti biasanya memiliki penguasaan wilayah yang baik mengenai properti dan calon penyewa. Kalau Hokkers membeli apartemen di Depok, Jawa Barat, agen properti sudah mengetahui target penyewa adalah mahasiswa dan mahasiswi.

Memerhatikan Kondisi Apartemen Bekas untuk Investasi

Ingat tips membeli apartemen bekas berikutnya, pastikan memerhatikan kondisi apartemen dengan seksama dan teliti. Kamu membeli barang bekas yang sudah digunakan. Jadi Hokkers harus mengecek kondisi apartemen. Jika apartemen belum fully furnished, Hokkers bisa memperkirakan harga beli lantaran Hokkers harus merenovasi. Biaya untuk memesan perabot tentu harus diperhitungkan lantaran penyewa apartemen lebih memilih fully furnished.

Membeli Unit Apartemen Bekas Melalui KPA 

Bang Hokki pernah berbincang dengan sejumlah investor properti yang menyarankan untuk membeli properti melalui kredit.  Membeli apartemen melalui skema KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) bisa diambil kalau suku bunga rendah.  Selain itu, investor harus bisa menghitung berapa banyak selisih antara biaya sewa dengan cicilan KPA. Kalau sewa bisa mencapai Rp5 juta, sementara cicilan hanya Rp5,5 juta atau Rp6 juta, investor bisa memilih KPA. Investor memang harus menutupi selisih kekurangannya namun jumlahnya tidak terlalu banyak, kecuali selisihnya lebih dari Rp1 juta.

Mengenali Keinginan Konsumen 

Setelah mengetahui target market dan captive market penyewa apartemen, investor harus mengenali keinginan konsumen, tips membeli apartemen bekas yang harus diingat. Jika calon penyewa adalah mahasiswa atau mahasiswi, mereka tidak mempermasalahkan tinggal di apartemen tipe studio. Begitu juga dengan karyawan atau karyawati yang masih lajang, mereka mencari apartemen tipe studio lantaran murah.

Bagaimana dengan ekspatriat asal Jepang atau negara-negara Barat? Mereka memilih apartemen dengan kamar. Pilihannya investor harus memiliki unit apartemen 1 bedroom, 2 bedroom, atau malah 3 bedroom. Para pekerja asing lebih memilih unit apartemen dengan kamar karena tipe studio mirip kamar hotel.

Cek Legalitas Dokumen Apartemen Bekas untuk Investasi yang Aman

Untuk kelengkapan dan legalitas dokumen unit properti juga menjadi hal yang harus dicek dengan teliti. Investor harus mengetahui status hak guna bangunan (HGB) yang dimiliki dan juga status unit apartemen.

Mengecek Fasilitas 

Para penyewa apartemen pastinya menginginkan kemudahan fasilitas saat memilih tinggal di sini. Mereka menginginkan kolam renang, pusat kebugaran, jogging track, children playground, parkir, dan lainnya yang menjadi fasilitas di dalam lingkungan apartemen. Tidak ketinggalan dengan fasilitas komersial seperti minimarket, cafe, restoran, salon, barbershop, dan lainnya. Jangan lupakan untuk mengetahui akses transportasi, rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, dan lain-lain.

Hmm, ternyata tips membeli apartemen bekas memang banyak, tapi para investor memang harus mengetahui semuanya. Artikel dari situs ini selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup. Saatnya Hokkers memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti di Bassura City.

Share

Mau Info Reguler dari Kami?