hokkers88@gmail.com

Email

Apartemen Bassura City Tower Geranium, Kios G/AL/09

Kantor Pusat

Untung Mana, Beli Rumah Baru atau Bekas?

rumah baru atau bekas

Untung Mana, Beli Rumah Baru atau Bekas?

Kali ini, Bang Hokki akan membahas untung mana, beli rumah baru atau bekas? Ada banyak sekali hal yang harus dipertimbangkan dalam membeli rumah. Salah satu yang paling penting adalah memilih rumah baru atau rumah bekas. Walaupun keduanya sama-sama bisa memenuhi kebutuhan papan kita, tetap saja ada perbedaan yang signifikan antara rumah baru yang dibeli melalui developer dan rumah bekas yang dibeli perorangan.

Nah, kira-kira mana yang lebih menguntungkan? Sebelum memutuskan, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya masing-masing!

Kekurangan dan Keuntungan Beli Rumah Baru

Keuntungan yang Bisa Didapatkan:

1. Desain up to date

Ketika membeli rumah besutan developer, Hokkers tak perlu khawatir soal desain arsitekturnya karena kebanyakan pengembang biasanya akan membangun rumah dengan desain yang sedang tren. Misalnya saat ini sedang ramai desain minimalis dan modern tanpa pagar.

2. Tak butuh renovasi dan ada jaminan garansi

Lantaran baru dibangun, Hokkers tak perlu melakukan renovasi ketika membeli rumah baru. Pun kalau ada kerusakan seperti genteng bocor, tembok pecah, dan sebagainya, Hokkers bisa lapor dan klaim kepada developer untuk diperbaiki. Sebab di awal pembelian, biasanya mereka akan memberikan garansi kepada konsumen.

3. Fasilitas rumah lengkap

Fasilitas umum di lingkungan rumah besutan developer biasanya lebih lengkap. Mulai dari fasilitas olahraga hingga fasilitas keamanan yang dijaga selama 24 jam oleh satpam.

4. Kemudahan KPR dari pengembang

Kebanyakan developer telah bekerja sama dengan bank untuk memberikan fasilitas KPR kepada konsumen mereka. Maka tak heran jika pengajuan KPR rumah baru cenderung lebih mudah ketimbang KPR untuk rumah bekas. Ditambah lagi, tak sedikit juga developer yang memberikan promo tambahan berupa keringanan uang muka.

Kekurangan dari membeli rumah baru:

1. Area permukiman masih sepi

Lokasi perumahan baru biasanya menyasar kawasan berkembang yang belum ramai dihuni. Area permukiman pun cenderung masih sepi, dan lingkungannya masih belum terbentuk. Bahkan tak jarang Hokkers hanya punya sedikit tetangga.

2. Tak bisa mengubah bentuk rumah

Beberapa developer ada yang memiliki kebijakan untuk melarang penghuni mengubah bentuk rumah. Jika dibolehkan pun biasanya akan dikenakan biaya.

3. Proses balik nama yang kadang lama

Ketika membeli rumah baru, sertifikat tanah masih berupa sertifikat tanah induk atas nama developer. Proses pemecahan sertifikat ini tidak seragam antar developer. Lantaran prosesnya butuh banyak biaya, ada beberapa developer yang menunggu sampai semua tanah terjual. Jika prosesnya lama tentu akan merugikan pembeli. Rumah susah untuk dijual lagi dan pembeli tak bisa take over ke bank lain karena sertifikat masih atas nama developer.

Kekurangan dan Keuntungan Beli Rumah Bekas

Keuntungan yang bisa didapatkan:

1. Harga cenderung lebih murah

Dengan luas tanah dan bangunan yang sama, rumah bekas biasanya lebih murah dari rumah bekas. Apalagi Hokkers masih bisa menawar harga rumah bekas karena langsung bertemu dengan pemilik dan melakukan negosiasi harga.

2. Lingkungan sudah terbentuk

Rumah bekas biasanya punya lingkungan yang sudah terbentuk. Banyak tetangga yang sudah lama menempati area rumah bekas yang hendak dibeli sehingga Hokkers bisa bersosialisasi dan tak kesepian.

3. Siap ditinggali

Jika tidak ada kerusakan parah, rumah bekas bisa langsung dihuni karena sudah memiliki fasilitas pokok seperti listrik, air, telepon, dan sebagainya.

4. Pajak tak sebesar rumah baru

Bangunan rumah bekas adalah bangunan lama yang sudah terdepresiasi. Karena hal ini, pajak yang dibayarkan tak akan sebesar rumah yang baru dibangun.

Kekurangan dari membeli rumah bekas:

1. Harus ekstra hati-hati dalam memilih rumah

Hokkers harus ekstra jeli dalam melihat kondisi rumah yang hendak dibeli. Pelajari riwayat rumah dan perhatikan dengan seksama bagian mana saja yang butuh renovasi. Jangan sampai dana yang dikeluarkan untuk beli rumah bekas plus renovasi malah lebih besar dibandingkan beli rumah baru.

2. Desain arsitektur bisa tak sesuai selera

Lantaran mengikuti selera pemilik sebelumnya, bisa saja desain arsitektur rumah yang hendak dibeli tak cocok untuk selera Hokkers.

3. Harus siap beradaptasi dengan lingkungan yang sudah terbentuk

Tetangga yang menghuni rumah di sekitar rumahmu berbagai macam jenisnya. Hokkers harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sudah terbentuk.

Jadi, mana yang lebih menguntungkan?

Hokkers yang gak suka bersosialisasi, tak masalah untuk tinggal sedikit lebih jauh dari kota, dan lebih suka terima jadi, membeli rumah baru mungkin lebih cocok untukmu. Sedangkan Hokkers yang hobi berinteraksi dengan orang, mau segera menempati rumah yang dibeli, dan tak masalah untuk melakukan renovasi tambahan, maka bisa mempertimbangkan untuk beli rumah bekas.

Kesimpulannya, baik itu rumah baru maupun rumah bekas, keduanya sama-sama punya kekurangan dan kelebihan. Tentu saja Hokkers harus menyesuaikannya dulu dengan preferensi dan kondisi. Selamat berburu rumah idaman Hokkers ya! Mau dibantu, hubungi kami ya!

Share

Mau Info Reguler dari Kami?